Ironi Rencana Pemkab Sidoarjo Membangun Gedung 17 Lantai

Syaikhul Hadi    •    Senin, 07 Aug 2017 10:54 WIB
pemerintah daerah
Ironi Rencana Pemkab Sidoarjo Membangun Gedung 17 Lantai
Warga di Kecamatan Prambon, Sidoarjo, Jawa Timur, yang hidur serba kekurangan -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Sebagai penyangga Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) cukup besar. Tahun ini, APBD Sidoarjo mencapai Rp4,1 trilliun.

Namun, APBD yang cukup besar tak membuat perekomian warga semakin membaik. Di sebuah dusun terpencil di Kecamatan Prambon, masih banyak penduduk yang hidup serba kekurangan.

Keleler salah satunya. Pria 63 tahun ini tinggal bersama istrinya, Wasi, 57. Mereka tinggal di sebuah gubuk berukuran 6 meter x 5 meter.

Sehari-hari, Keleler bekerja sebagai buruh tani. Sedangkan istrinya, bekerja sebagai buruh pengupas bawang putih dan merah.

"Kami sudah puluhan tahun tinggal di sini, tapi kondisinya masih tetap sama," kata Keleler di kediamannya, Senin 7 Agustus 2017.

Rumah yang ditempati Keleler dan istrinya bisa dibilang tak layak. Hanya terbuat dari bambu, beralaskan tanah, dan atapnya selalu bocor saat hujan.

"Yang penting bisa makan. Itu sudah lebih dari cukup," kata Keleler tegar.

Sebagai buruh tani, Kelelr setiap harinya hanya bisa mengantongi Rp30 ribu. Sedangkan, istrinya mendapat upah Rp7.500 setiap harinya hasil jerih payah mengupas bawang.

"Kami berharap, pemerintah bisa melihat kondisi warganya. Sehingga, memberi kehidupan yang layak untuk ke depannya," harap Keleler.

Hal yang sama juga dilakoni Poni. Wanita 54 tahun ini bertahun-tahun tinggal di gubuk kecil. Namun, hal itu tidak membuatnya berkecil hati.

"Sudah terbiasa dengan kondisi seperti ini," kata Poni.

Bahkan, keponakannya yang tinggal beberapa meter dari rumahnya terpaksa harus putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tak mencukupi. Nursilan, 12, terpaksa putus sekolah sejak kelas 1 SD.

"Orang tuanya tidak mampu membayar sekolah," ujar Poni sembari meneteskan air mata.

(Baca: Ketua DPRD Dukung Gedung Berlantai 17 untuk Pemkab Sidoarjo)

Kehidupan warga di Kecamatan Prambon ini ironis jika dibandingkan dengan rencana Pemkab Sidoarjo membangun gedung terpadu berlantai 17. Pembangunan gedung dianggarkan mencapai Rp800 miliar.

Rencana pembangunan gedung 17 lantai itu sudah muncul sejak 2016. Namun, Gubernur Jawa Timur Soekarwo menolaknya dengan alasan efisiensi anggaran sesuai instruksi Presiden Joko Widodo.

Seolah `ngotot`, Pemkab Sidoarjo kembali mengajukan permohonan pembangunan gedung tahun ini. Mereka berharap, gedung terpadu tersebut bisa terealisasi.


(NIN)