Cegah pungli, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Aplikasi 'E-Nyank'

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 07 Jul 2017 13:53 WIB
pungli
Cegah pungli, Pemkab Sidoarjo Luncurkan Aplikasi 'E-Nyank'
Bupati Sidoarjo Saiful Ilah meresmikan Aplikasi E-Nyank di Pasar Gedangan Sidoarjo, Jumat, 7 Juli 2017. --MTVN/Hadi--

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pemerintah Sidoarjo melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) membuat Aplikasi E-Nyank (Ndelok Pelayanan Komplit). Aplikasi berbasis IT diperuntukkan menarik retribusi pasar menggunakan T-Cash. 

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, Aplikasi E-Nyank digunakan untuk mempermudah penarikan retribusi terhadap pedagang pasar. Pemerintah juga menggandeng Telkomsel dan Bank Jatim agar uang yang disetorkan melalui aplikasi ini langsung masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

"Jadi, petugas enggak perlu lagi menarik retribusi ke masing-masing pedagang, melalui E-Nyank ini setoran retribusi pasar langsung masuk ke PAD," ujar Saiful Ilah usai meresmikan aplikasi di Pasar Gedangan Sidoarjo, Jumat, 7 Juli 2017. 

Selain mempermudah penarikan retribusi, peluncuran aplikasi ini untuk menghindari adanya pungli. 
Menurutnya, program ini merupakan program pertama kali di Indonesia.

"Dengan aplikasi E-Nyank ini, saya jamin 100 persen bebas pungli dan korupsi retribusi pasar," katanya. 

Dalam penggunaanya, para pedagang bisa membayar retribusi cukup melalui telepon selular masing-masing. Salah satu provider telekomunikasi sebagai penyedia sarana T-Cash, mempermudah pedagang. Para pedagang yang yang terdaftar akan ditempeli sticker elektronik. 

"Fungsinya sebagai uang elektronik. Para pedagang bisa mengisi sama halnya dengan mengisi pulsa," jelasnya. 

Dengan adanya sistem yang baru ini, bisa meminimalisir kesempatan pungli maupun korupsi. Sebab, para pedagang sudah terekam jelas di database. 

Sekedar diketahui, saat ini ada sekitar 17 ribu pedagang yang terdaftar di beberapa pasar se-Sidoarjo. Sedangkan masukan Pendapatan Asli Daerah ada sekitar Rp. 11,7 miliar per tahun. 


(ALB)