Probolinggo Kelola Wisata Edelweis Menggunakan Dana Desa

Daviq Umar Al Faruq    •    Selasa, 06 Nov 2018 17:47 WIB
dana desa
Probolinggo Kelola Wisata Edelweis Menggunakan Dana Desa
Petugas menyemaikan tanaman bunga edelweis (Anaphalis javanica) untuk dikembangbiakkan di kebun persemaian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Sukapura, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (1/8). ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto.

Probolinggo: Desa Ngadisari, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur dalam waktu dekat bakal disiapkan untuk menjadi Desa Wisata Edelweis. Kedepannya, anggaran yang digunakan untuk merealisasikan program tersebut menggunakan Dana Desa.

Salah satu tokoh Suku Tengger, Supoyo mengatakan, Desa Wisata Edelweis awalnya diinisiasi dan didanai oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS). Namun, pengelolaan desa wisata selanjutnya bakal diserahkan kepada pemerintah desa.

"Pada 10 November 2018 mendatang Desa Wisata Edelweis akan di launching, setelah itu pengelolaan sepenuhnya akan diberikan kepada desa," kata Supoyo saat jumpa pers di Malang, Jawa Timur, Selasa, 6 November 2018.

Pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Probolinggo ini menambahkan, pengelolaan Desa Wisata Edelweis nantinya akan menggunakan Dana Desa. Sebab, bunga edelweis (Anaphalis spp) termasuk produk unggulan di Desa Ngadisari.

"Edelweis ini kan bisa dikategorikan produk unggulan selain sayur mayur, jadi bisa dibantu melalui anggaran dana desa. Tapi regulasinya harus tetap diikuti, aturan-aturannya harus diikuti, bentuknya wisata," ungkap Supoyo.

Supoyo berharap pengelolaan Desa Wisata Edelweis dapat tetap berlangsung dengan dibantu Dana Desa. Selanjutnya masyarakat diharapkan mampu mengelola desa wisata tersebut secara mandiri.

"Kalau masyarakat sudah mampu secara mandiri ya nggak usah pake dana desa itu lagi, kalau memang masyarakat sudah mampu dapat uang sendiri. Kan itu dikelola oleh BUMDes," jelas Supoyo.

Sebelumnya Dana Desa milik Desa Ngadisari telah dialokasikan untuk kepentingan masyarakat. Antara lain pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, tembok penahan tanah (TPT), dan sarana olahraga.

"Kedepan dana desa akan kami alokasikan untuk embung desa, rencananya 2019 mendatang. Embung air itu nantinya juga untuk menyirami edelweisnya disamping untuk menangani kekeringan," pungkas Supoyo.


(DEN)