Universitas Brawijaya Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Bawah Laut

Daviq Umar Al Faruq    •    Minggu, 28 Oct 2018 18:33 WIB
sumpah pemuda
Universitas Brawijaya Gelar Upacara Sumpah Pemuda di Bawah Laut
Upacara di bawah laut di kawasan TWAL Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Minggu, 28 Oktober 2018. (Dokumentasi Tim FISHDIC FPIK UB)

Sumbawa: Tim Fisheries Diving Club (FISHDIC) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya (UB) menggelar upacara untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda di bawah laut kawasan Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Pulau Moyo, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Salah satu anggota FISHDIC, Aura Rinjani mengatakan, upacara bawah laut ini diikuti 13 orang yang terdiri dari tujuh peserta, dua tim rescue, dua underwater photograper, satu perwakilan dari Komunitas Adventuorus Sumbawa, dan dipimpin oleh Brilliant Rudzaky.

"Kami mulai turun di dasar laut pada pukul 08.40 WITA. Kegiatan ini dilakukan selama kurang lebih lima belas menit. Meskipun arus lumayan kencang. Tetapi masih aman untuk melakukan penyelaman pada kedalaman empat sampai lima meter," kata Aura dalam keterangan resmi, Minggu, 28 Oktober 2018.

Upacara peringatan Sumpah Pemuda di bawah laut ini merupakan rangkaian dari Ekspedisi Charcarias I yang telah dimulai sejak 25 Oktober 2018 lalu. Upacara ini dihelat bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, BKSDA Provinsi NTB, beberapa Non-Goverment Organization dan komunitas selam setempat.

"Kami telah berlatih selama dua bulan untuk kegiatan upacara bawah laut kali ini," jelas Aura.

Aura menambahkan setelah upacara, acara dilanjutkan dengan dive clean action. Kegiatan itu sebagai langkah kecil perwujudan tanggung jawab para pemuda Indonesia dalam upaya menjaga kekayaan laut Indonesia.

Ada lima bidang yang akan diangkat dalam kegiatan Ekspedisi Carcharias. Antara lain, bidang penelitian, bidang pemeliharaan lingkungan, bidang pendidikan, pengembangan potensi wisata, dan pembuatan proyek after movie.

"Dalam bidang penelitian kita akan melakukan monitoring kesehatan dan persebaran ekosistem terumbu karang. Pada bidang pemeliharaan lingkungan kami melakukan dive clean action dan beach clean up di dusun Aibari Sumbawa Besar, " kata anggota FISHDIC lain Aura Rinjani.

Dengan adanya ekspedisi ini, diharapkan dapat mengangkat nama Pulau Moyo untuk bersaing di jajaran destinasi wilayah nasional maupun internasional. Selain itu juga membawa nama UB di kancah Nasional.


(DEN)