Polda Jatim Tangkap Komplotan Perampok Nasabah Bank

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 29 Aug 2018 15:54 WIB
perampokan
Polda Jatim Tangkap Komplotan Perampok Nasabah Bank
Polda Jatim saat merilis tiga tersangka di Halaman Mapolda Jatim

Surabaya: Ditreskrimum Polda Jawa Timur membekuk tiga orang tersangka komplotan pencurian dan pemberatan dengan sasaran nasabah bank. Sedangkan satu tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi. 

Ketiga tersangka, diantaranya Munir alias Prasojo, 55, warga Jatirejo, Mojokerto; Firmansyah alias Jack, 51, warga Pasuruan; dan Herman Djunaidi, 55, warga Perum Magersari, Sidoarjo; sementara Andik menjadi DPO. 

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, AKBP, Juda Nusa Putra mengatakan penangkapan berawal dari informasi masyarakat atas tindakan pencurian dengan cara memecah kaca mobil pada Jumat, 10 Agustus lalu. 

"Ketiganya ditangkap di waktu dan tempat berbeda. Munir ditangkap di Mojokerto, Hermawan Junaidi di Buduran, dan Firmansyah alias Zaki ditangkap di Surabaya," ujar Juda saat merilis tersangka di Halaman Polda Jatim, Rabu, 29 Agustus 2018.

 

Dalam aksinya mereka tergolong rapi dan terorganisasi. Dari catatan kepolisian ada tujuh kota yang sudah menjadi sasaran mereka. Salah satunya, Surabaya, Solo dan Indramayu. Keempat pelaku memiliki peran masing-masing. Dua orang diketahui sebagai eksekutor, dan dua orang lagi mengawasi calon korbannya  di area bank. 

"Setelah ada nasabah yang berpeluang untuk dijadikan sasaran, maka keduanya memberikan informasi kepada dua pelaku lainnya (eksekutor)," ceritanya menirukan modus operandi pelaku. 

Korban, kemudian diikuti dan saat berada di lampu lalu lintas atau korban sedang berhenti disuatu tempat, dua pelaku yang bertindak sebagai eksekutor, langsung mendekati mobil korban dan memecahkan kaca dengan menggunakan obeng, lalu mengambil uang yang ada di dalamnya. 

"Kalau korban tidak berhenti, mereka menggunakan paku payung, mengempeskan ban, sampai dia berhenti, baru dia mecahin kaca," terangnya. 

Adapun barang bukti yang disita, yakni tiga buah sepeda motor, tas, dompet berisi identitas, tiga buku tabungan, dua kartu ATM, serta peralatan lainnya, seperti obeng, tang, paku dan jarum.

"Kami masih mengembangkan kasus dan pengejaran terhadap satu orang tersangka lain. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa dilakukan penangkapan," ujarnya. 


(ALB)