Cak Imin Dinilai Belum Pantas Terima Gelar Doktor Kehormatan

Amaluddin    •    Selasa, 03 Oct 2017 10:53 WIB
pendidikan
Cak Imin Dinilai Belum Pantas Terima Gelar Doktor Kehormatan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menyampaikan materi dalam kuliah umum di Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur -- ANT/Moch Asim

Metrotvnews.com, Surabaya: Rencana Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memberi gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa kepada Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tampaknya sulit terwujud. Sejumlah dosen dan alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Unair melayangkan protes terkait hal tersebut.

"Pengusulan dan pemberian gelar Doktor Kehormatan harus memenuhi kualifikasi, sesuai dengan tata cara, dan syarat-syarat prosedur formal. Sejauh ini, kami belum menemukan bukti-bukti kuat bahwa yang bersangkutan (Muhaimin) memenuhi kualifikasi yang luar biasa atas syarat-syarat tersebut," kata Airlangga Pribadi Kusman, pengajar di Departemen Politik Fisip Unair, Surabaya, Jawa Timur, Selasa 3 Oktober 2017.

Airlangga menjelaskan, berdasarkan Pasal 1 ayat 2 PP Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 21 Tahun 2013, gelar Doktor Kehormatan adalah gelar kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang yang memiliki dan dianggap berjasa atau berkarya luar biasa bagi ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial budaya, dan/atau berjasa dalam bidang kemanusiaan dan atau kemasyarakatan. Cak Imin, sapaan Muhaimin, dianggap belum memenuhi syarat tersebut.

"Pada Pasal 4 ayat e Peraturan Rektor Unair Nomor 22 Tahun 2015 juga menjelaskan, yang diberi gelar kehormatan harus telah nyata-nyata memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan Unair. Kemudian, ayat f menyebut, secara taat asas selalu berusaha dan berupaya mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan visi dan misi Unair," terangnya dosen bergelar PhD dari Murdoch University itu.

Menurut Airlangga, dosen Departemen Politik FIsip Unair juga mempermasalahkan tata cara pemberian Doktor Kehormatan atau Honoris Causa untuk mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi periode 2009-2014 itu. Sebab, tata cara pemberian gelar kehormatan tidak sesuai Surat Keputusan Rektor Nomor 22 Tahun 2015 Pasal 5 dan 6.

"Singkatnya, memberikan penilaian karya atau jasa serta kepatutan dan kelayakan calon penerima gelar Doktor Kehormatan/Doctor Honoris Causa (Dr. H.C.) berdasarkan naskah akademik dari fakultas. Jika keseluruhan hasil penilaan atas syarat-syarat gelar Dr. H.C tidak memenuhi, maka kami mengusulkan kepada SA Universitas untuk menunda pemberian gelar demi menjaga marwah dan nama baik Universitas Airlangga," kata Airlangga.

Sebagai informasi, Cak Imin bakal menerima gelar kehormatan dari Unair di Ruang Kahuripan Gedung Garuda Mukti, pada Selasa 3 Oktober 2017. Ia bakal diberi gelar Doktor Kehormatan dalam bidang ilmu sosiologi politik dengan judul pidato `Mengelola Kebhinekaan untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Bangsa`.


(NIN)