Basarnas Ganti Nama Jadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan

Syaikhul Hadi    •    Senin, 09 Oct 2017 16:17 WIB
basarnas
Basarnas Ganti Nama Jadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor SAR Surabaya Mochammad Arifin -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Badan SAR Nasional (Basarnas) berganti nama menjadi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.

Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kantor SAR Surabaya Mochammad Arifin menjelaskan, perubahan nomenklatur kelembagaan berdasarkan pertimbangan bahwa `SAR` adalah istilah asing yang belum diserap secara resmi menjadi bahasa Indonesia. "Nama Basarnas masih tetap ada. Hanya singkatannya saja yang berubah, karena SAR berarti Search and Rescue," kata dia saat sosialisasi UU Nomor 29 Tahun 2014 di Jalan Raya Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 9 Oktober 2017.

Menurut Arifin, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga bagian dari implementasi Pasal 28A Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yakni setiap orang berhak untuk hidup dan mempertahankan hidup. "Terutama memberi perlindungan kepada seluruh masyarakat atas kecelakaan yang terjadi, baik transportasi darat, udara, dan laut, bencana serta kondisi yang membahayakan jiwa manusia," bebernya.

Selain sumber daya manusia, potensi pencarian dan pertolongan juga menitikberatkan pada sarana, prasarana, informasi, tekhnologi, serta hewan. Bahkan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan juga menunjang penyelenggaran pembinaan, baik pengaturan, pengendalian dan pengawasan.

"Basarnas juga bisa melakukan kerjasama internasional dengan pemerintah lain atau lembaga dan organisasi internasional di bidang pencarian dan pertolongan. Kerja sama itu bisa berupa tukar informasi, komunikasi, bantuan sarana, dan petugas dalam pelaksanaan operasi maupun pendidikan dan pelatihan SDM," terangnya.

Hingga saat ini, kantor SAR Surabaya memiliki 132 personel. Perinciannya 79 orang di Pos Surabaya, 12 orang Pos SAR Trenggalek, 12 orang Pos SAR Jember, 12 orang di unit Siaga SAR Banyuwangi, 12 orang di KN SAR 225 Widura, dan lima orang di KN Srikandi.


(NIN)