Khofifah: RS Harus Lindungi Pasien dari Pelecehan

Amaluddin    •    Kamis, 25 Jan 2018 18:34 WIB
pelecehan seksual
Khofifah: RS Harus Lindungi Pasien dari Pelecehan
Khofifah Indar Parawansa. Foto: MI/Ramdani

Surabaya: Ketua PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menyesalkan kasus pelecehan seksual oleh perawat Rumah Sakit Nasional Hospital, Surabaya. Kasus yang banyak disorot ini tamparan ke manajemen rumah sakit, bahwa pasien juga bisa menjadi korban pelecehan walau petugas kesehatan sudah disumpah profesi.

"Pasien harusnya mendapat perlindungan karena tengah terbaring sakit. Bukan sebaliknya, mendapatkan perlakuan pelecehan yang justru diduga dilakukan oleh oknum perawat setempat," kata Khofifah dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis, 25 Januari 2018.

(Baca: Ini yang Dilakukan Perawat Saat Korban Setengah Sadar)

Khofifah berharap kasus pelecehan seksual tersebut tidak terjadi lagi di kemudian hari. Manajemen rumah sakit perlu mengawasi secara ketat aktivitas perawat saat bertugas melayani pasien, misalnya lewat pemasangan kamera pengintai (CCTV)

"Dengan demikian kejadian serupa dapat dihindari. Kasus ini harus menjadi pembelajaran. Bukan tidak mungkin kejadian serupa juga dialami pasien lain," ujarnya.

Terkait kasus yang terjadi ini, Khofifah juga berharap pihak rumah sakit mengevaluasi kembali sistem keamanan. Ini dilakukan guna menjaga perlindungan terhadap setiap pasien selama dalam perawatan.

"Sementara kepada korban, perlu juga diberikan layanan psikososial, guna mengatasi rasa trauma akibat perbuatan pelaku," kata bakal calon Gubernur Jatim itu.

(Baca: National Hospital Minta Maaf)


(SUR)