Wakil Rais Aam PBNU Minta Nahdliyin tak Ikut Aksi 2 Desember

Amaluddin    •    Minggu, 27 Nov 2016 18:56 WIB
unjuk rasa
Wakil Rais Aam PBNU Minta Nahdliyin tak Ikut Aksi 2 Desember
Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, MTVN - Amaluddin

Metrotvnews.com, Surabaya: Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, meminta Polri menahan tersangka penistaan agama yang menyeret Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebelum aksi 2 Desember 2016 mendatang. Bila tidak, gerakan aksi bela agama tidak akan redam.

"Jika Ahok ditahan, maka tidak akan ada demo 2 Desember. Imbauan itu sudah saya sampaikan kepada Kapolri saat saya menjadi saksi ahli sebelum Ahok ditetapkan tersangka," kata Kiai Miftah, sapaan akrabnya, usai menghadiri pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) IV PKB Jawa Timur di hotel Shangrilla, Surabaya, Minggu (27/11/2016).

Jika Polri menahan Ahok, kata Kiai Miftah, maka tidak akan ada lagi unjukrasa. Namun jika tidak, Kiai Miftah mengaku khawatir membuat kemarahan ummat islam makin bergejolak. 

"Indonesia adalah Islam yang Ahlissunah Waljamaah. Tapi kalau disentuh masalah sensitif jelas akan bergerak. Umat Islam ini akan terganggu ketenangannya kalau diremehkan dan dilecehkan," tegas mantan Rois Syuriah PWNU Jatim itu.

Kiai Miftah mengaku sudah meminta nahdliyin tidak ikut dalam aksi tersebut. Sebab, PBNU sudah menyerahkan kasus penistaan agama oleh Ahok kepada polisi untuk diproses secara hukum. 

Untuk itu, ia berharap polisi menahan Ahok sama dengan kasus penistaan agama yang sebelum-sebelumnya pernah terjadi. Tersangka langsung ditahan karena untuk meredam amarah ummat islam. 

Bareskrim Mabes Polri menetapkan Ahok sebagai tersangka kasus penistaan agama pada Kamis 16 November 2016. Namun penyidik tak menahan Ahok. Salah satu alasannya penyidik menilai Ahok tak akan menghilangkan barang bukti. Sebab penyidik telah mengamankan barang bukti.

Berikut video penetapan Ahok jadi tersangka:
 


(RRN)