Kasus Mobil Listrik

Kuasa Hukum: Dahlan Terus Dikejar Kejaksaan

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Kamis, 03 Nov 2016 15:08 WIB
Kuasa Hukum: Dahlan Terus Dikejar Kejaksaan
Dahlan Iskan usai menjalani pemeriksaan kasus mobil listrik di Kejati Jatim. Foto: Metrotvnews.com/Rosyid

Metrotvnews.com, Surabaya: Diperiksanya Dahlan Iskan dalam kasus pengadaan mobil listrik membuat heran kuasa hukumnya. Dalam putusan pengadilan, kasus pengadaan mobil dinyatakan tidak dilakukan bersama-sama.

Sebelumnya, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah menghukum tujuh tahun penjara dua narapidana, yakni Dasep Ahmadi selaku pembuat mobil listrik, dan Kepala Bidang Kemitraan Bina Lingkungan BUMN, Agus Suherman. 

Versi kuasa hukum Dahlan, dalam putusan tersebut, korupsi tak dilakukan bersama-sama. “Memang dalam dakwaan dilakukan bersama-sama. Tapi, dalam putusan hakim itu, vonisnya korupsi dilakukan sendiri-sendiri,” kata kuasa hukum Dahlan Iskan, Pieter Talway, di Surabaya, Kamis (3/11/2016).

Pieter menilai Kejaksaan tidak patuh terhadap putusan pengadilan. Pasalnya, meski Dahlan tidak ada sangkut pautnya dalam kasus korupsi ini, penyidik tetap mengejar mantan Dirut PT PLN ini.

“Saya yakin, Pak Dahlan tidak ada hubungannya dengan kasus dua terpidana,” tegas dia.


Penyidik Kejagung menyita mobil listrik hasil hibah di Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Senin (31/8/2015). Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Ketua Tim Penyidik Kejagung untuk kasus mobil listrik, Victor Antonius, mengatakan Dahlan diperiksa dalam statusnya sebagai saksi. Ada 58 pertanyaan dicecarkan ke mantan Menteri BUMN ini. "Dia diperiksa karena proyek mobil listrik digarap saat dia menjadi Menteri BUMN," katanya.

Kasus mobil listrik menyeret nama Dahlan sejak tahun lalu. Proyek mobil listrik digarap kala Dahlan menjabat Menteri BUMN era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ada 16 mobil listrik disiapkan untuk dipamerkan di Konferensi APEC di Bali tahun 2013 lalu. Proyek didanai dari beberapa perusahaan BUMN (dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan).

Ternyata proyek tersebut gagal. Negara diduga merugi sekira Rp32 miliar. Kejagung sudah menjadikan dua orang sebagai tersangka dalam kasus mobil listrik. Yakni pembuat mobil listrik, Dasep Ahmadi, dan Kepala Bidang Kemitraan Bina Lingkungan BUMN, Agus Suherman. Dari dua tersangka itu penyidik mengembangkannya ke Dahlan.

Selain kasus mobil listrik, Dahlan sudah ditetapkan sebagai tersangka korupsi pelepasan aset BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dikelola PT Panca Wira Usaha (PWU) yang ditangani Kejati Jatim. Tersangka lain dalam kasus serupa ialah mantan Kabiro Aset PWU, Wishnu Wardhana. Dalam kasus ini, Dahlan jadi tahanan kota, sementara Wishnu ditahan di Rutan Medaeng.

 
(UWA)