Aura Gedung Grahadi Bikin Pekerja Renovasi Merinding

Amaluddin    •    Selasa, 23 Aug 2016 20:26 WIB
gedung sejarah
Aura Gedung Grahadi Bikin Pekerja Renovasi Merinding
Beberapa pekerja tengah melihat kerusakan di Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa, 23 Agustus 2016. Foto: Metrotvnews.com/Amal

Metrotvnews.com, Surabaya: Gedung Negara Grahadi di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jawa Timur, tengah direnovasi. Beberapa pekerja mengaku merinding saat hendak merenovasi gedung peninggalan kolonial Belanda itu.

Gedung yang sekarang diperuntukan bagi rumah dinas gubernur Jatim itu memang terkenal angker. Beberapa pegawai rumah tangga Biro Umum Setdaprov Jatim mengaku sempat melihat penampakan nona Belanda mengenakan gaun putih keluyuran di halaman belakang Grahadi.

"Beberapa pekerja yang akan merenovasi pun merasakan suasana angker. Ada yang aneh dan mereka mengaku merinding," kata pelaksana proyek renovasi gedung negara Grahadi dari PT Wiratama Graha, Wiratmoko, di Surabaya, Selasa (23/8/2016).

Gedung Grahadi mulai direnovasi hari ini hingga Desember mendatang. Renovasi difokuskan di gedung utama, serta selasar kanan dan kiri gedung. Sebelum membongkar gedung, kontraktor pembangunan mengaku akan melakukan ritual khusus.

"Gedungnya memang kuno dan mistis. Kami akan kulonuwun dulu kepada penunggunya. Tadi pekerja saya memang merinding bulu kuduknya saat melakukan pekerjaan, seperti ada yang mengawasi," kata Wiratmoko.

Perbaikan gedung meliputi penataan kelistrikan dan sistem pemadam. Sistem pemadam di Grahadi tergolong sudah kuno. "Sensornya sudah lama. Ketika terjadi kebakaran, belum ada pipa air yang secara otomatis akan berfungsi menyemprot," ujarnya.

Renovasi juga termasuk memperbaiki plafon lantai satu di gedung utama (bagian tengah/ruang pertemuan). Nantinya, plafon dihilangkan dan fungsi bangunan akan dikembalikan.

"Anggaran renovasi Grahadi mencapai Rp3 miliar lebih," ujarnya.

Selama renovasi aktivitas di Grahadi akan berhenti. Wiratmoko menargetkan pada Hari Jadi Jatim pada 12 Oktober 2016, renovasi lantai satu ruang utama sudah tuntas. Lantai dua akan menyusul hingga target Desember selesai. 

"Yang pasti untuk genteng tidak boleh berubah, yakni genteng karangpilang. Kami sudah berkoordinasi dengan tim cagar budaya Pemkot Surabaya dan mendapat arahan," kata dia.

Gedung Grahadi dibangun pemerintah kolonial pada 1796. Warga percaya sering terlihat penampakan sosok wanita dan pria Belanda. Awalnya gedung ini dibangun sebagai tempat peristirahatan para pejabat Belanda.
(UWA)