Banjir di Porong, Puluhan Penumpang Terdampar di Stasiun Sidoarjo Berjam-jam

Syaikhul Hadi    •    Senin, 27 Nov 2017 00:31 WIB
banjir
Banjir di Porong, Puluhan Penumpang Terdampar di Stasiun Sidoarjo Berjam-jam
Suasana penumpang yang terdampar di Stasiun Sidoarjo, Jawa Timur/MTVN/Syaikhul Hadi

Sidoarjo: Puluhan Penumpang kereta api terdampar di Stasiun Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka harus menunggu selama lima hingga tujuh jam tanpa kepastian. 

Hal itu seiring adanya banjir yang menggenangi perlintasan kereta api di kawasan Porong Sidoarjo. Air setinggi pinggang orang dewasa membuat jalur perlintasan tak bisa dilewati.

Alhasil berdampak pada penumpang kereta api dengan tujuan arah Selatan. Seperti Pasuruan, Probolinggo, Jember hingga Banyuwangi. 

"Sempat pending, karena ada banjir di Porong," ucap Danang, 28, asal Banyuwangi di lokasi. 

Danang berangkat dari Yogyakarta dan hendak pulang ke Banyuwangi. Namun sesampainya di Stasiun Sidoarjo, perjalanan kereta api tak bisa dilanjutkan. 

"Sejak pukul 15.00 WIB di sini (stasiun) sampai pukul 20.30 WIB juga belum berangkat," katanya. 



Hal senada juga dirasakan Yayik, 42, asal Surabaya. Yayik yang menumpangi kereta Legawa jurusan Jember berangkat pada pukul 15.30 WIB melalui stasiun Gubeng Surabaya. Sesampainya di Stasiun Sidoarjo, ternyata kereta tak juga diberangkatkan. 

"Ya mau gimana lagi, banjir di Porong belum surut. Dan dari pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga belum ada keputusan yang pasti," kata Yayik. 

Pihak PT KAI, kata Yayik, hanya menyarankan penumpang untuk menaiki bus yang telah disewa PT KAI menuju Bangil.

"Ini masih nunggu jemputan bus, katanya diarahkan ke stasiun Bangil, dari sana baru bisa naik kereta lagi. Tapi kebijakan dari stasiun kalau mau dikembalikan tiketnya, uangnya bisa kembali 100 persen," jelasnya. 




Begitu juga Nilam, 20, adalah warga Surabaya yang hendak menuju Jember, Jawa Timur. Mahasiswi ini berencana ke Jember, lantaran ada Ujian Akhir Semester yang dilaksanakan pada Senin, 27 November 2017 sekitar pukul 07.30 WIB. 

"Setelah kita tunggu lama, ternyata belum juga ada kepastian. Kita hanya diminta untuk naik bus. Enggak jelas juga arahnya ke mana. Jadi, terpaksa saya cancel ke Jember. Padahal besok harus ujian," kata Nilam. 

Nilam dan penumpang lainnya menyesalkan pihak PT KAI yang baru memberi keputusan setelah pukul 20.00 WIB. Penumpang yang sudah terlanjur menunggu lama akhirnya dialihkan untuk menumpangi bus yang disediakan PT KAI. 

"Pukul 17.00 WIB itu sudah ada pemberitahuan bahwa di Porong ada banjir. Namun setelah itu tidak ada info lagi, apakah penumpang bisa diberangkatkan atau tidak. Sampai penumpang harus menunggu berjam-jam di sini," keluhnya. 

Menyikapi hal itu, Kepala Stasiun Kereta Api Sidoarjo Zega saat dikonfirmasi masih terlihat bingung. Bahkan, dia belum bisa memberikan pernyataan terkait kejadian tersebut. 

"Tunggu mas, saya masih bingung. Nanti saja," singkatnya. 


(DHI)