Satu Bocah Korban Bom Gereja Surabaya Meninggal di RS

Antara    •    Senin, 14 May 2018 12:18 WIB
terorismeTeror Bom di Surabaya
Satu Bocah Korban Bom Gereja Surabaya Meninggal di RS
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Surabaya: N, 8, salah satu anak korban ledakan bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela Surabaya, Jawa Timur, meninggal. Dia mengembuskan nafas terakhir setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bedah Surabaya.

"Kami sudah berupaya maksimal menolong korban, tapi adik N meninggal sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu, 13 Mei 2018," kata Kepala Humas RSBS Novi saat dihubungi Antara melalui ponselnya di Surabaya, Senin, 14 Mei 2018.

Nathel merupakan adik dari Vinsencius Evan, 11, warga Barata Surabaya yang meninggal dunia di lokasi kejadian. N sebelumnya menjalani operasi di RS Bedah Surabaya.

Hingga saat ini, korban ledakan bom yang masih dirawat intensif di RSBH berjumlah lima orang dari sebelumnya delapan orang.

"Sekarang tinggal lima orang, satu orang meninggal dan sisanya sudah kembali ke rumahnya," katanya.

Dirut RS Bedah Surabaya Priyanto Suasono mengatakan empat korban menjalani operasi di RSBS pada Minggu, 13 Mei 2018. Sebanyak empat korban yang menjalani operasi tersebut mengalami banyak luka akibat serpihan logam dan juga pendarahan di organ dalam. Empat korban lainnya dirawat intensif.

"Jadi perlu ada pembersihan dari benda-benda asing dalam organ tubuhnya. Kami terus observasi," katanya.

Ada tiga lokasi gereja yang terkena ledakan bom, yakni Gereja Santa Maria Tak Bercela (SMTB) di Jalan Ngagel, GKI Jalan Diponegoro, dan GPPS Jalan Arjuna. Aksi teror peledakan bom tersebut menewaskan sekitar 13 orang dan puluhan orang terluka.


(SUR)