Minta Solusi, Nelayan Puger Tetap Pakai Payang

Kusbandono    •    Rabu, 28 Mar 2018 11:46 WIB
lingkungan
Minta Solusi, Nelayan Puger Tetap Pakai Payang
Nelayan menepikan perahu payang. (ANT/Iggoy el Fitra)

Jember: Kementerian Kelautan dan Perikanan telah melarang penggunaan perahu pukat untuk menangkap ikan. Ketua Forum Komunikasi Usaha Bersama Kelompok Nelayan Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur, Imam Fauzi, mengaku telah mendapat informasi dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jember. 

"Di Puger, ada perahu payang. Perahu ini tergolong pukat tarik yang dilarang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti," kata Imam, kepada Medcom.id Rabu, 28 Maret 2018.

Imam menuturkan, perahu payang yang beroperasi di Pantai Pancer, Puger, berjumlah sekitar 850 buah. Setiap perahu, beber Imam, membawa kurang lebih 22 orang. 

"Tinggal mengalikan berapa orang yang menganggur kalau penggunaan payang dilarang," tambah Imam.

Sementara itu, Ketua LSM Mina Bahari Moh Sholeh menjelaskan, para nelayan yang menggunakan perahu payang adalah nelayan tradisioanl. Bobot perahu, ungkap Sholeh, di bawah 20 grosston dan hanya mampu menampung beberapa ton saja. 

"Kalau Menteri Susi mau melarang, ya yang 30 grosston ke atas itu dong. Daya tangkap mereka ribuan ton," kata Sholeh.

Sholeh menuturkan, bila payang dilarang nelayan Puger akan berpindah ke alat tangkap pursin. Sementara harga pursin mahal, sekitar Rp250 juta per unit.

"Kami tidak mampu beli," ujar Sholeh. "Silakan payang dilarang, tapi solusi untuk nelayan apa?" tanya Sholeh.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Jember, Mahfud Efendi, tak menampik telah mengeluarkan larangan bagi nelayan yang memakai alat tangkap pukat hela dan pukat tarik. 

"Kalau yang di Puger termasuk pukat tarik," kata Mahfud.

Mahfud mengatakan, latar belakang keluarnya peraturan tersebut lantaran sumber daya ikan di laut semakin menurun sehingga perlu pembatasan. 

"Mereka (nelayan) sudah memahami itu, di Puger tidak ada gejolak. Melalui Forum Komunikasi Usaha Bersama, mereka mengirim surat ke Menteri Kelautan dan Perikanan minta solusi," kata Mahfud.

Payang adalah alat penangkap ikan yang telah dimodifikasi menjadi sejenis trawl kecil. Biasanya alat ini digunakan oleh nelayan kecil yang hanya sehari melaut lalu pulang. Payang tidak selektif dalam menjaring ikan, semua ikan bisa terangkut termasuk jenis ikan teri beras.

Alat tangkap ikan lain yang juga populer adalah lampara,  jaring insang, pancing, trammel net, bubu lipat ikan, bubu rajungan, pancing ulur, rawai dasar, rawai hanyut, pancing tonda, serta pole and line. 


(LDS)