BPJS Kesehatan Menunggak Rp210 Miliar ke RSUD Dr. Soetomo

Amaluddin    •    Rabu, 26 Sep 2018 14:06 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan Menunggak Rp210 Miliar ke RSUD Dr. Soetomo
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal

Surabaya: Tunggakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, mencapai Rp210 miliar. Tunggakan terdiri dari berbagai komponen yang ditanggung BPJS, seperti obat, alat kesehatan, pelayanan, dan lainnya.

"Hampir semua komponen mengalami tunggakan. Tapi tunggakan paling banyak dari komponen obat dan pelayanan. Saya tidak ingat jumlah rincinya berapa, namun yang jelas tunggakan BPJS di RSUD Dr Soetomo sejak bulan Mei hingga Agustus 2018 mencaspai Rp210 miliar," kata Kepala Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) RSUD dr Soetomo Surabaya, dr. Harsono, dikonfirmasi, Rabu, 26 September 2018.

Harsono mengaku telah dihubungi langsung kantor pusat BPJS Kesehatan yang berjanji akan membayar dalam dua hari ke depan. Ia memperkirakan jumlah tunggakan yang akan dibayarkan BPJS ke RSUD Dr. Soetomo separuh dari angka tersebut, atau sekitar Rp105 miliar.

"Saya sekarang masih menunggu hasil verifikasi dari BPJS Pusat untuk pencairan tunggakan BPJS, Insyaallah dua hari ini pencairan akan turun. Sementara sisanya, BPJS berjanji akan melunasi dua bulan lagi atau sekitar bulan November 2018," ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim itu mengaku memahami kondisi BPJS. Meski demikian, ia berharap pihak BPJS segera melunasi sisa tunggakan yang ada.

"Karena jika tidak dikhawatirkan bisa mengganggu terhadap operasional di RS. Saya sangat memahami kondisi BPJS, karena ini program pemerintah, jadi harus kita bantu untuk yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Tunggakan BPJS Kesehatan disebutnya tidak mengganggu pelayanan di RS Dr. Soetomo. Sebab, pihak rumah sakit masih bisa mengatasi adanya tunggakan tersebut demi memberi pelayanan terbaik bagi pasien.

"Alhamdulillah selama ini belum mengganggu dari aspek pelayanan, mudah-mudahan tidak terganggu. Tapi kalau tunggakan itu berlarut-larut, tentu bakal mengganggu operasional yang otomatis terhadap pelayanan di RS," katanya.


(SUR)