SMAN 4 Sampang Cuma Punya 10 Calon Siswa

Antara    •    Kamis, 06 Jul 2017 19:04 WIB
pendidikan
SMAN 4 Sampang Cuma Punya 10 Calon Siswa
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Sampang: Penerapan sistem wilayah atau zonasi dituding menyebabkan sebaran pendaftar sekolah tidak merata. Sekolah bukan unggulan di zona 'ketat' kekurangan calon siswa.

Kejadian ini menimpa SMA Negeri 4 Sampang, Madura Jawa Timur. Hingga hari ini, hanya ada 10 calon siswa yang mendaftar.

"Sepinya pendaftar di sekolah ini, karena berada di zona IV, yang notabene berada dalam grup zona persaingan ketat yakni SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Sampang serta SMAN 1 Kedungdung," kata Wakil Kepala SMA Negeri 4 Sampang Ribut Budiono, Kamis, 6 Juli 2017.

Oleh itu itu, kata Ribut, pihaknya akan berkoordinasi kembali dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk mengatasi permasalahan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2017 itu.

"Bisa saja nanti para siswa yang tidak lolos seleksi di satu sekolah diarahkan untuk mendaftar ke sekolah lain yang masih kekurangan siswa," ucap Budiono.

Ia menjelaskan, sebenarnya sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru kali ini agar terjadi pemerataan kualitas di semua sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginginkan tidak ada anggapan masyarakat bahwa di sekolah tertentu bagus, dan di sekolah lain jelek.

Hanya, saja, sambunga dia, mayoritas masyarakat dan orang tua calon siswa di Kabupaten Sampang masih menganggap SMA Negeri 1, 2 dan 3 yang favorit dan bagus, sedangkan sekolah lain jelek.

Sebelumnya, Kepala Disdik Jawa Timur Saiful Rachman mengungkapkan PPDB jenjang SMA dan SMK tahun 2017 di wilayah itu memang akan ada perbedaan.

PPDB siswa SMA akan menerapkan zonasi dan diberi batasan kuota 10 persen untuk siswa antar-kabupaten/kota. Sedangkan jenjang SMK tanpa zonasi dan batasan kuota siswa lintas daerah ditiadakan.

Tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Surabaya, misalnya, akan terbagi lima zona, yakni barat, timur, utara, selatan, dan pusat.

Mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini menambahkan, pilihan dua sekolah itu terdiri atas satu sekolah di dalam zona dan satunya bebas di luar zona.

Tapi, dalam satu zona akan diprioritaskan dan posisinya harus pada pilihan pertama.

Sementara untuk pendaftaran SMK yang tanpa zona, prosesnya akan lebih sulit. Untuk masuk ke SMK nanti harus mengikuti tes potensi akademik (TPA), tes fisik, hingga tes kesehatan. 


(SAN)