Perahu Penyeberangan Gunakan Drum sebagai Pelampung

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 19 Apr 2017 15:39 WIB
transportasi lain
Perahu Penyeberangan Gunakan Drum sebagai Pelampung
Wagub Jatim dan beberapa pejabat menggunakan perahu tambang di Balongbendo, Sidoarjo, Ant - M Risyal Hidayat

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Perahu penyeberangan sudah ada sejak lama di Sidoarjo, Jawa Timur. Meski zaman berganti, warga tetap menggunakan perahu tradisional untuk menyeberang.

Kepala BPBD Sidoarjo Dwijo Prawito mengaku belum banyak penumpang dan pengelola perahu yang mempertimbangkan keamanan penyeberangan. Itu terlihat pada kelayakan perahu saat beroperasi.

Baca: Gus Ipul: Ratusan Perahu Tambang di Jatim Ilegal

"Masih banyak perahu yang tak layak jalan. Terutama dari sisi keamanan. Padahal seharusnya keamanan dan keselamatan menjadi pertimbangan transportasi," ungkap Dwijo di Sidoarjo, Rabu 19 April 2017.

Dwijo mengaku menemukan perahu tradisional yang hanya menggunakan pelat sebagai alas. Bagian bawah pelat, beberapa drum plastik digunakan sebagai pelampung.

Tak ada pagar di pinggiran sungai. Saat arus deras, perahu tak seimbang.

Memang, kata Dwijo, perahu tradisional tak lepas dari kegiatan ekonomi warga. Hampir setiap hari, warga menggunakan perahu tradisional untuk menyeberang dari Sidoarjo maupun Gresik.

Seharusnya, saran Dwijo, peristiwa perahu terbalik sepekan lalu, pemerintah sudah harus memikirkan keselamatan penumpang perahu tradisional. Sehingga keselamatan dan keamanan warga terjamin.

Baca: Jatim Usul Kemen PUPR Bangun Jembatan Pengganti Perahu Tambang

"Sejauh ini belum ada regulasi, tapi sekarang sudah dibahas oleh Pemprov Jatim agar kejadian tersebut tak terulang lagi. Terutama untuk  keselamatan warga," ujarnya.

Perahu terbalik pada Kamis pagi pekan lalu. Perahu mengangkut belasan penumpang dan beberapa sepeda motor.

Perahu menyeberang dari Balongbendo, Sidoarjo menuju Wringinanom, Gresik. Lima penumpang tewas dalam kejadian tersebut. Sedangkan satu orang masih hilang.



(RRN)