Aksi Damai Bela Perppu Ormas Berlangsung di Malang dan Jombang

Aditya Mahatva Yodha, Nurul Hidayat    •    Jumat, 28 Jul 2017 18:29 WIB
perppu pembubaran ormas
Aksi Damai Bela Perppu Ormas Berlangsung di Malang dan Jombang
Aksi damai bela Perppu Pembubaran Ormas di Malang, MTVN - Aditya

Metrotvnews.com, Malang: Berbagai organisasi masyarakat (ormas) di Jombang dan Malang, Jawa Timur, menggelar aksi damai. Mereka menyatakan dukungan dan membela Peraturan Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 terkait Ormas. 

Di Malang, Jumat 28 Juli 2017, gabungan ormas menggelar aksi longmars sejauh 2 kilometer dari Gedung Serbaguna PCNU menuju Kantor DPRD Kabupaten Malang. Mereka menyatakan dukungan atas keputusan pemerintah membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTU), ormas yang diduga anti-Pancasila.

"Aksi ini mendorong Presiden RI Joko Widodo dan pemerintah terus maju membubarkan ormas anti-Pancasila dan memberlakukan Perppu Nomor 2 Tahun 2017 itu dengan tegas," kata Subaweh, koordinator aksi.

Subaweh juga meminta Pemkab dan DPRD mengawal pelaksanaan Perppu. Ia pun mendorong pemerintah membuat peraturan daerah terkait pemberlakuan Perppu.

"Kami juga meminta kepada Dewan dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk membuat perda larangan ormas anti pancasila," imbuh Subaweh.


(Aksi damai bela Perppu Pembubaran Ormas di Jombang, MTVN - Nurul Hidayat)

Aksi serupa berlangsung di Jombang. Puluhan ormas, tokoh pesantren, dan tokoh masyarakat berkumpul di Bundaran Ringin Contong Jombang. Mereka membawa beragam spanduk yang menerangkan cinta pada NKRI dan bendera Merah Putih.

Mereka menyuarakan penolakan terhadap ormas yang anti-Pancasila. Menurut mereka, ormas-ormas tersebut dapat memecah belah umat beragama di Indonesia.

"Maka itu, kami mendukung \sepenuhnya upaya pemerintah dalam memberlakukan perpu Nomor 2 tahun 2017 tentang ormas dan membubarkan ormas yang berusaha menggganti Dasar Pancasila dengan Khilafah," ujar Ketua GP Ansor Jombang, Zulfikar Damam Ikhwanto dalam orasinya.

Zulfikar mengingatkan, ulama berpesan bahwa cinta Tanah Air merupakan sebagian dari iman. Bila mengganti Pancasila, Zulfikar menilai cara itu justru menodai perjuangan ulama yang turut dalam perjuangan kemerdekaan RI.

Sementara itu, Bupati Jombang Nyono Wihandoko menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut. Bupati berjanji menyampaikan aspirasi itu kepada Pemerintah Provinsi Jatim.

"Hingga akhirnya pemerintah pusat menerima aspirasi ini," ujar Nyono di depan peserta aksi.


(RRN)