Tarif Bawah dan Atas Taksi Online di Jatim Mulai Berlaku

Amaluddin    •    Jumat, 14 Jul 2017 16:35 WIB
polemik taksi online
Tarif Bawah dan Atas Taksi Online di Jatim Mulai Berlaku
Foto ilustrasi. (Media Indonesia/Ramdani).

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Jawa Timur telah menerapkan tarif bawah dan atas pada taksi online. Tarif bawah sebesar Rp3.500/km dan tarif batas atas Rp6.000/km. Aturan ini sudah ditentukan dan menjadi kesepakatan bersama dengan para pimpinan taksi online dan konvensional.

"Kalau ada satu atau dua yang tidak sependapat itu biasa. Tapi secara proses keputusan mereka sudah dilibatkan seluruhnya," kata Gubernur Jatim, Soekarwo, di Surabaya, Jumat, 14 Juli 2017.

Mengenai tarif itu, Pakde Karwo, sapaan akrabnya, mengklaim secara prinsipnya sudah tidak ada masalah. Sebab, penentuan tarif sudah dihitung oleh beberapa ahli, termasuk dengan para pimpinan operator taksi online dan konvensional. "Jadi sifatnya telah semuanya berpartisipasi dalam perhitungan tarif tersebut," kata Pakde Karwo. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub LLAJ) Jatim, Wahid Wahyudi, menambahkan bahwa aturan terkait tarif itu sudah berlaku setelah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan penetapan tarif taksi online. "Adanya aturan baru dari kemenhub tersebut secara otomatis langsung berlaku di Jatim. Sekarang sudah berlaku, bahkan telah ada surat keputusan dari Dirjen Perhubungan Darat," kata Wahid.

Menurut Wahid, penentuan tarif itu merupakan rangkaian tahapan dari revisi Permenhub Nomor 32 tahun 2016 menjadi Permenhub Nomor 26 tahub 2017 tentang angkutan umum online. Dimana pertanggal 1 Juli telah diatur tentang kepemilikan kendaraan dengan STNK yang berbadan hukum, kuota, pajak aplikasi serta tarif batas bawah dan atas. Hanya saja, baru tarif yang telah ditetapkan. "Untuk kuota dan zona masih menunggu rekomendasi dirjen perhubungan darat. Selain itu, soal STNK dan pajak aplikasi juga belum dibahas," katanya.

Sementara itu, soal petunjuk teknis (juknis), kata Wahid telah turun. Dengan begitu pelaksanaan Uji Kir terhadap taksi sudah bisa dilakukan. "Sudah Uji Kir dan telah dikeluarkan ijinnya sebanyak 38 kendaraan. Sedangkan untuk yang sudah Uji Kir serta masih dalam proses perijinan ada sekitar 40 kendaraan," urainya.

Dilain kesempatan, Sekjen DPD Asosiasi Driver Online (ADO), Amir Maksum, setuju atas peraturan tarif batas bawah dan atas. Dirinya menilai adanya harga tersebut telah sesuai dengan tarif yang telah diberlakukan oleh operator taksi online. 

"Kalau menurut saya, tidak terlalu mahal. Tarif yang ada saat ini sudah sesuai dengan harga perkilometernya. Kami tinggal menunggu dari operator saja, bagaimana kebijakanya," kata Amir.

Perlu diketahui, Kemenhub telah mengeluarkan daftar tarif bawah dan atas. Diantaranya, wilayah I meliputi Sumatera, Jawa dan Bali tarif bawah yang berlaku Rp3.500 /km dan tarif atas Rp6.000 /km. Wilayah II wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua tarif bawah Rp3.700 dan tarif bawah Rp6.500 /km. 


(ALB)