Basofi Sudirman, Anak Pahlawan dengan Bermacam Pengalaman

Amaluddin    •    Senin, 07 Aug 2017 13:15 WIB
obituari
Basofi Sudirman, Anak Pahlawan dengan Bermacam Pengalaman
Basofi Sudirman (kiri) saat program Kick Andy episode "Rumah Singgah" di Grand Studio Metro TV, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (11/02). (Media Indonesia/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Surabaya: Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Moch. Basofi Sudirman. Gubernur Jatim (1993-1998) meninggal pada usia 77 tahun di RS Medistra Jakarta, Senin, 7 Agustus 2017, pukul 10.58 WIB.

"Kami turut belasungkawa, semoga almarhum diterima di sisi Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf, di Surabaya. 

Gus Ipul, demikian ia disapa, mendapat kabar Basofi meninggal dari salah satu kerabat Basofi di Jakarta. "Sebelumnya almarhum menjalani rawat inap beberap hari. Belum tahu pasti penyakitnya apa," kata Gus Ipul.

Jenazah gubernur yang terkenal sebagai penyanyi dangdut berjudul ‘Tidak Semua Laki-laki’ ini rencananya disemayamkan di rumah duka Jalan Kemang Timur Komplek II APCO No 24 Jakarta hari ini (Senin). "Basofi memiliki track record bagus, sama seperti ayahnya, pahlawan Soedirman," kata Gus Ipul.

Mayor Jenderal TNI (Purn.) Moch. Basofi Sudirman lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 20 Desember 1940. Ia menjadi Gubernur Jatim periode 1993-1998. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kasdam I/Bukit Barisan (1986-1987) dan wakil gubernur Jakarta  (1987-1992). 

Basofi Sudirman merupakan Putra dari Letjen TNI (Purn.) H. Soedirman yang merupakan tokoh terkenal di Bojonegoro, dan merupakan pahlawan nasional dari Kabupaten Bojonenegoro.

Sejak kecil, Basofi Soedirman mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat (SR) hingga SMA  di Surabaya. Lulus SMA pada tahun 1960, Basofi melanjutkan ke Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah, yang kemudian diselesaikannya pada 1963. 

Setelah lulus AMN, karier militernya tergolong lancar, terutama setelah melalui berbagai pengalaman tempur. Pengalaman memimpin pasukan yang pernah dilaluinya adalah Komandan Detasemen Tempur Kopasandha (1971-1972), Komandan Batalyon 412 Brawijaya (1973-1974), Komandan Brigade Infanteri Lintas Udara 18/Kostrad (1981-1983).

Selain itu, Basofi juga punya pengalaman teritorial yang cukup bagus. Misalnya, ia pernah menjadi Komandan Kodim 0824/Jember (1977-1978), Asisten Teritorial Kodam IV/Brawijaya (1983-1984), Komandan Korem 083/Baladhika Malang (1984-1986), dan Kasdam Kodam I/Bukit Barisan (1986-1987), sebelum akhirnya ditarik ke Mabes ABRI. 

Pengalaman lainnya adalah menjadi Dosen Seskoad, tahun 1979-1981. Ia sendiri mengikuti Seskoad pada tahun 1978, dan Seskogab tahun 1979. Sebagai prajurit Basofi tergolong cepat pensiun. Lulusan Seskoad 1978 dan Seskogab 1979 ini pensiun pada usia 47 tahun, dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.


(SAN)