Tak Ingin Ribet, Jasa Calo Tetap Dibutuhkan

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 13 Oct 2016 15:18 WIB
ott di kemenhub
Tak Ingin Ribet, Jasa Calo Tetap Dibutuhkan
Ini tarif PNBP yang berlaku di Samsat Sidoarjo. Foto: Metrotvnews.com/Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Keberadaan calo ternyata masih dibutuhkan warga saat mengurus surat perizinan. Terutama bagi mereka yang tak ingin ribet memenuhi segala persyaratan yang dibutuhkan.

"Ngurus di calo lebih gampang. Tinggal menyerahkan BPKB dan KTP, kita tinggal tunggu jadi," kata salah satu pengguna jasa asal Candi Sidoarjo, saat tengah mengurus surat tanda naik kendaraan (STNK)yang hilang, di Kantor Samsat Sidoarjo, di Jalan Cemengkalang, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (13/10/2016).

Menurutnya, butuh waktu Berhari-hari untuk mengurus sendiri kehilangan STNK. "Ribet, mesti ngurus inilah, itulah. Waktunya juga lama, bahkan sampai berhari-hari," kata dia.

Jika melalui calo, kata dia, tidak perlu lagi mengurus surat keterangan kehilangan dari pihak kepolisian. Bahkan tidak juga wajib memublikasikan status kehilangan STNK ke surat kabar atau radio. Dua hal itu merupakan syarat mutlak pengajuan kembali STNK yang hilang.

"Ya, kita hanya memberikan BPKB dan KTP. Harganya sekitar Rp350 ribu. Sehari langsung jadi. Sebenarnya disuruh ngambil kemarin. Tapi karena ada sidak dari Mabes (Polri), jadi disuruh ngambil sekarang," kata dia.

Berdasarkan pengumuman resmi dari Samsat Sidoarjo, tarif resmi pembuatan STNK yang dibebankan ke warga antara lain Rp50 ribu untuk kendaraan roda dua atau angkutan umum dan Rp75 ribu untuk kendaraan roda empat.

Tertangkapnya pegawai Kementerian Perhubungan yang tengah meminta pungutan ke warga pada Selasa 11 Oktober, membuat Presiden Joko Widodo menggencarkan operasi pemberantasan pungutan liar (OPP). OPP merupakan bagian dari paket kebijakan hukum untuk memperbaiki pelayanan terhadap masyarakat.

 


(UWA)