Bencana Jabar, Pemerintah Tetapkan Tanggap Darurat Selama 2 Pekan

Riyan Ferdianto    •    Minggu, 25 Sep 2016 09:13 WIB
tanggap darurat bencana
Bencana Jabar, Pemerintah Tetapkan Tanggap Darurat Selama 2 Pekan
Mensos Khofifah Indar Parawansa pada sebuah kesempatan di Sidoarjo, Jawa Timur. (Metrotvnews.com/Syaikhul Hadi)

Metrotvnews.com Magetan: Pemerintah menetapkan amsa tanggap darurat selama 14 hari ke depan pascabanjir bandang yang melanda Kabupaten Garut dan bencana tanah longsor di Sumedang, Jawa Barat.

"Kalau tanggap darurat maksimal 14 hari, sebetulnya kalau Garut warga masayarakatnya banyak yang kembali bersama keluarga mereka, jadi kalau pengungsi itu lebih banyak di Sumedang dari pada di Garut," ujar Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (24/9/2016).

Khofifah menuturkan, warga terdampak banjir bandang di Garut lebih memilih kembali ke rumah masing-masing. Sementara korban longsor di Sumedang, Jawa Barat memilih menetap di tenda-tenda pengungsian dan Gelanggang Olahraga Remaja(GOR).

"Kenapa Sumedang lebih banyak ketimbang Garut, karena ada 188 rumah yang statusnya siaga. Jadi mereka diungsikan,"ungkapnya.

Adapun pemerintah melalui kementerian sosial akan memberikan santunan dalam bencana Jawa Barat ini. Santunan diberikan kepada korban jiwa sebesar Rp15 juta per orang.

"Bantuan sosial kemanusiaan sebesar Rp15 juta dari pemerintah," katanya

Hingga kini, jumlah korban jiwa akibat banjir bandang pada Sabtu 24 September mencapai 30 orang.

Satu korban banjir bandang di Garut, Jawa Barat, ditemukan di wilayah Waduk Jatigede, Sumedang.

Pusat Posko Makodim 0611 Garut mencatat satu korban ditemukan di Sumedang. Jenazah berjenis kelamin perempuan itu masih dalam proses identifikasi. Sementara sedikitnya 22 jiwa korban banjir bandang belum ditemukan.

Banjir menerjang tujuh kecamatan di Garut pada Selasa malam 20 September. Selain korban jiwa, banjir memporakporandakan ratusan rumah dan merusak fasilitas umum di kabupaten tersebut. Pelayanan publik pun terganggu, misalnya di RSUD Dr Slamet Garut.


(Des)