MUI Minta Pengikut Dimas Kanjeng tak Disebut Santri

Amaluddin    •    Rabu, 28 Sep 2016 17:47 WIB
pembunuhan
MUI Minta Pengikut Dimas Kanjeng tak Disebut Santri
Pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi dibawa ke Polda Jatim, Metrotv

Metrotvnews.com, Surabaya: Santri identik ajaran agama Islam, merujuk pada orang yang belajar di pesantren. Namun,  orang yang berguru di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Jawa Timur, bukanlah santri.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Abdussomad Bukhori mengatakan padepokan itu menyampaikan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam. Sehingga pengikut padepokan tak boleh disebut santri.

"Jangan menyebut mereka (Pengkut Dimas Kanjeng) sebagai santri. Itu sangat melecehkan dunia pesantren," kata Abdussomad di Surabaya, Rabu (28/9/2016).

Santri, kata Abdussomad, berguru untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan terkait agama. Tapi di padepokan Dimas Kanjeng, pengikutnya mencari uang.

"Mereka datang ke sana cari uang dan cari kekayaan kok disebut santri," ujar Abdussomad.

Sementara itu, MUI Jatim menurunkan tim untuk menyelidiki aktivitas padepokan. Nantinya, MUI Jatim menyampaikan laporan penyelidikan itu ke MUI pusat.


(Gerbang Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo, Metrotv)

Abdussomad mengatakan ajaran di padepokan tersebut meresahkan warga sekitar. Salah satu alasannya yaitu pemimpin padepokan, Taat Pribadi, mengajarkan 'salawat fulus' untuk menggandakan uang.

"Kami banyak menerima laporan bahwa yang dilakukan oleh Taat Pribadi itu penipuan," jelas Abdussomad.

Sayangnya sebagian besar korban malu melapor ke polisi. Hingga akhirnya pekan lalu, Polda Jatim menggerebek padepokan yang berlokasi di Kecamatan Gading, Probolinggo itu.

Baca: Seribu Polisi dan Barakuda Dikerahkan Tangkap Pimpinan Padepokan di Probolinggo

Polda menurunkan lebih 1.000 personel dan barakuda saat menggerebek padepokan. Sedianya, penggerebekan terkait dengan pembunuhan dua pengikut padepokan.


(Polda Jatim menangkap pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, MI - Abdus Syukur)

Penyelidikan kasus berkembang menjadi kasus penipuan. Taat Pribadi diduga membunuh dua pengikutnya karena khawatir mereka membongkar penipuan yang dilakukan di padepokan tersebut.

Berikut video berita pemeriksaan Taat Pribadi terkait kasus pembunuhan dan penipuan:




(RRN)