Alasan Polisi Meringkus Jaringan Teroris Secara Diam-diam

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 21 Jun 2017 18:56 WIB
terorisme
Alasan Polisi Meringkus Jaringan Teroris Secara Diam-diam
Ilustrasi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kepolisian sedang gencar-gencarnya membekuk jaringan teroris di Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Penangkapan sengaja dilakukan secara sistematis dan rahasia, lantaran jaringan terorisme masuk kategori clandestine atau rahasia.

"Tidak bisa kalau dilakukan dengan cara buka-bukaan," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, Rabu 21 Juni 2017.

Menurut Frans, pergerakan jaringan terorisme sifatnya rahasia. Sehingga, Kepolisian tidak serta merta menghadapi kelompok teroris dengan cara terbuka.

"Jaringan terorisme ini berbeda dengan kasus lainnya. Jika kasus lain, mungkin masih bisa. Tapi, kalau teroris harus dihadapi dengan clandestine," tegasnya.

(Baca: Mantan Teroris Disarankan Direkrut buat Membasmi Terorisme)

Frans menjelaskan, kelompok teroris biasnaya hidup dalam sel. Mereka bergerak di bawah permukaan dan menyerang di saat masyarakat lengah. Langkah yang harus diantisipasi adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh jaringan tersebut.

"Biasanya, mereka memanfaatkan pendidikan masyarakat yang rendah, kurang perhatian orang tua, dan minimnya pengawasan masyarakat terhadap orang baru. Makanya, kita harus membekali anggota keluarga dengan pendidikan yang cukup," jelasnya.

(Baca: Ancaman Terorisme Merata ke Seluruh Wilayah)

Lantas, siapa sasaran mereka? Berdasarkan hasil identifikasi jaringan terorisme yang ada, pemerintah (thogout) menjadi sasaran utama terorisme. Sedangkan, Kepolisian masuk didalamnya.

"Polri bagian dari pemerintah. Tapi itu semua tetap kami hadapi," pungkasnya.


(NIN)