Empat Tokoh Populer di Kalangan Kiai Jatim

Amaluddin    •    Rabu, 30 Aug 2017 15:38 WIB
pilgub jatim 2018
Empat Tokoh Populer di Kalangan Kiai Jatim
Lembaga survei Polltrend merilis hasil survei perdananya yang fokus pada pendapat kiyai di Jawa Timur dengan tema 'Menakar Suara Kyai Jawa Timur Dalam Pilgub Jatim 2018'. (MTVN/Amal).

Metrotvnews.com, Surabaya: Lembaga survei Polltrend merilis hasil sigi yang fokus pada pendapat kiai di Jawa Timur dengan tema 'Menakar Suara Kyai Jawa Timur Dalam Pilgub Jatim 2018'. Hasilnya, ada empat nama yang populer di kalangan kiai di Jatim.

Dari empat tokoh tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Siafullah Yusuf alias Gus Ipul menempati urutan pertama dengan popularitas 100 persen, urutan kedua Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa sebesar 93,4 persen.

"Yang menarik, urutan ketiga tokoh terpopuler adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dengan prolehan 88,5 persen, selanjutnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) 85,2 persen," kata Direktur Eksekutif Polltrend, Khoirul Yahya, saat jumpa pers di Surabaya, Rabu, 30 Agustus 2017.

Selain nama di atas, lanjut dia, masih ada empat nama lain yang masuk dalam radar survei Polltrend, seperti ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (77 persen), Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (72 persen).

"Ada juga Hasan Aminuddin, anggota DPR RI dari NasDem dengan perolehan 68,8 persen. Dan terakhir Soepriyatno, anggota DPR RI, dan juga ketua DPD Gerindra Jatim dengan angka 22,9 persen," katanya.

Sementara untuk Elektabilitas, lanjut Khoirul, Gus Ipul tertinggi. Angkanya mencapai 72,1 persen. Angka itu selisih cukup jauh dengan Khofifah sebesar 16,4 persen.

Sedangkan nama lain mendapat angka di bawah 5 persen, seperti Abdul Halim Iskandar 3,3 persen. "Untuk nama-nama yang lain seperti Bupati Anas, Hasan, Risma, Imam Nahrawi masing-masing elektabilitasnya 1,6 persen," kata Khoirul.

Survei Polltrend ini dilakukan pada 17 Juni hingga 17 Juli 2017 di empat wilayah di Jatim, yaitu Madura, Wilayah Arek (Kota Malang, Batu, Surabaya, dan Sidoarjo). Kemudian Wilayah Matraman (Bojonegoro, Kab/Kota Madiun, Jombang, Lamongan, Kab/Kota Kediri, dan Kab. Blitar. Wilayah Pendalungan Pasuruan, Situbondo.

Dengan jumlah 61 kiai responden yang menggunakan pendekatan multistage random sampling, face to face interview (FTF) dengan margin of error 3 sampai 5 persen. "Penelitian ini menggolongkan Kiai dalam empat tipologi, kiai politik, kiai panggung, kiai pesantren, dan kiai tarekat," kata Khoirul.


(ALB)