Persediaan Air Warga Tanah Merah Sumenep Menipis

Rahmatullah    •    Selasa, 12 Sep 2017 16:57 WIB
kekeringan
Persediaan Air Warga Tanah Merah Sumenep Menipis
Warga mengecek persediaan air di jeding di Sumenep, MTVN - Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kekeringan jadi masalah yang akrab dengan warga Desa Tanah Merah, Kecamatan Saronggi, Sumenep, Jawa Timur. Namun sebelum kemarau datang, warga menampung air hujan di dalam jeding.

Jeding, adalah sebuah wadah berukuran kurang lebih 3 x 6 meter. Biasanya, jeding dibuat dengan membangun wadah berbahan semen di sekitar rumah warga.

Saat hujan, warga membuka penutup wadah. Air hujan pun ditampung di dalam jeding.

"Jeding berfungsi menampung air hujan. Agar bisa diminum. Dan untuk penyimpanan saat kemarau datang," kata Suro, Kepala Desa Tanah Merah, Selasa 12 September 2017.

Setiap tahun, ujar Suro, kemarau terjadi di Desa Tanah Merah selama kurang lebih empat bulan. Pada 2017, kemarau terjadi sejak Juli 2017.

Sudah menjadi hal yang lumrah bila jeding ditemukan di setiap rumah. Namun lantaran kemarau berkepanjangan, persediaan air dalam jeding pun menipis. Warga lalu membeli air di desa sebelah. 

Suro berterima kasih pemerintah kabupaten memenuhi permintaan air bersih. Namun Suro meminta warga untuk irit menggunakan air.

Beberapa warga berusaha menggali sumur hingga kedalaman puluhan meter. Tapi air tak muncul. Pencairan air sia-sia. Warga pasrah.

“Kalau ada yang bisa menemukan sumber air dengan cara mengebor, kami siap bayar berapa pun. Kami sangat membutuhkan air,” tandasnya.
 
Saleh, warga Tanah Merah, mengaku kini bergantung pada bantuan air dari pemerintah. Ia juga berharap kemarau segera berlalu.

Di Desa Tanah Merah, ribuan warga mengalami kekeringan. Selain mandi cuci dan kakus, warga juga menggunakan air untuk kebutuhan memasak.



(RRN)