Sumenep Darurat Kekeringan

Rahmatullah    •    Rabu, 13 Sep 2017 15:51 WIB
kemarau dan kekeringan
Sumenep Darurat Kekeringan
Drop air bersih di Kabupaten Sumenep – MTVN/ Rahmatullah

Metrotvnews.com, Sumenep: Kekeringan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, benar-benar sudah parah. Bahkan kini, Sumenep sudah ditetapkan sebagai daerah darurat kekeringan oleh bupati setempat. Status tersebut ditetapkan sejak akhir Agustus lalu.
 
“Kekeringan di sini sudah parah, karena terus meluas, sehingga bupati mengeluarkan surat keputusan status darurat tersebut,” terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd. Rahman Riadi, Rabu 13 September 2017.
 
Rahman memprediksi kekeringan akan berlangsung hingga akhir bulan Oktober, sesuai surat edaran yang diterima dari otoritas setempat. Tapi dia berharap prediksi itu meleset. Dia justru menginginkan akhir September sudah mulai turun hujan.
 
“Untuk antisipasi, kita lakukan pasokan air bersih ke masing-masing desa yang membutuhkan,” jelasnya.
 
Dalam melakukan memasok air bersih itu, Rahman mengaku memprioritaskan desa-desa yang terkategori kering kritis. Jumlahnya sebanyak 15 desa. Setelah itu, baru dilanjutkan ke wilayah kering langka yang berjumlah 22 desa.
 
Hingga saat ini, tutur Rahman, desa yang mengajukan permintaan air bersih terus bertambah. Dia memastikan akan merespons permintaan air tersebut. Tapi sebelum memasok air bersih, petugas akan melakukan verifikasi terlebih dahulu, sehingga diketahui berapa tangki kebutuhan air masyarakat.  
 
“Kita perlu mengetahui berapa kartu keluarga dan berapa rate air yang harus didrop,” jelas dia.
 
Selebihnya, mantan Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep itu mengimbau warga tidak menggunakan air bantuan untuk keperluan pertanian, seperti menyiram tembakau. Air tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia. Jika digunakan untuk pertanian, pasokan air tidak akan mencukupi kebutuhan, juga menyalahi ketentuan teknis.


(ALB)