BPJS Kesehatan tak Punya Tunggakan Utang di RSUD Sidoarjo

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 26 Sep 2018 17:17 WIB
bpjs kesehatan
BPJS Kesehatan tak Punya Tunggakan Utang di RSUD Sidoarjo
Direktur Utama RSUD Sidoarjo, dr Atok Irawan, Medcom.id - Hadi

Sidoarjo: BPJS Kesehatan Sidoarjo, Jawa Timur, tak memiliki utang untuk membayar klaim pelayanan pasien di RSUD Sidoarjo. Justru, masalah yang muncul adalah regulasi sistem rujukan berbasis daring mempersulit pelayanan.

Direktur Utama RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan mengatakan BPJS tak memiliki tunggakan apapun pada rumah sakit. Bahkan, BPJS tak pernah terlambat membayar klaim.

"Kami sering berkoordinasi dengan BPJS. Sehingga klaim tertangani dengan baik. Bahkan, kami sering diingatkan untuk segera membuat klaim," ujar Atok di Sidoarjo, Rabu, 26 September 2018.

Tapi, di RSUD Sidoarjo, Atok kerap mendapat keluhan terkait regulasi sistem rujukan. Jalur rujukannya terbilang panjang.

"Misal, ada pasien dari Kecamatan Candi. Pasien yang seharusnya lebih dekat berobat ke RSUD. Namun dia harus berobat ke RS Bhayangkara Porong dulu. Bila di sana tak mampu menangani penyakitnya, barulah pasien dibawa ke RSUD," jelas Atok.

Itu berkaitan dengan penerapan sistem baru di BPJS Kesehatan. Sistem rujukan digitalisasi itu berjenjang dari fasilitas kesehatan tingkat pertama ke rumah sakit. Jarak dan kapasitas pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan pasien.

"Tapi yang dikhawatirkan, saat mereka berobat ke RS tipe C dan D belum tentu standarnya sesuai dengan keinginan masyarakat. Baik dari sarana prasarana, sumber daya manusia maupun dokter spesialisnya. Karena untuk menerapkan ini, perlu dilakukan pemetaan," tambahnya. 

Atok berharap pemerintah dapat mempertimbangkan sistem itu agar tidak merugikan masyarakat, mulai dari waktu, mutu, dan beban biaya. "Jadi pasien ini harus keluar uang transportasi, yang seharusnya lebih cepat ketemu dengan dokter spesialis, bisa tertunda, karena adanya regulasi tersebut," jelasnya. 


(RRN)