Polisi Ultimatum Pemelihara Arapaima di Jombang

Nurul Hidayat    •    Rabu, 04 Jul 2018 13:24 WIB
lingkungan hiduphewan dilindungi
Polisi Ultimatum Pemelihara Arapaima di Jombang
Pemilik ikan arapaima menunjukan ikan arapaima mati. Medcom.id/Nurul Hidayat

Jombang: Kepolisian Resort Jombang mengimbau pemilik ikan arapaima di kabupaten setempat untuk menyerahkan ikan tersebut kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) atau wilayah Kerja Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM). Hukum akan ditegakkan ke pemelihara arapaima yang membandel.

"Jika dalam waktu yang sudah ditentukan pemilik tidak mau mmyerahkan maka akan dilakukan proses hukum kepada yang bersangkutan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang AKP Gatot Setyo Budi kepada Medcom.id di Mapolres Jombang. Rabu 4 Juni 2018.

Proses hukum yang dimaksud yakni mulai penyidikan hingga pemyitaan terhadap ikan arapaima.

Dasar imbauan tersebut yakni surat edaran dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dengan nomor surat 636/BKIPM/VI 2018. Dalam surat yang ditandatangani kepala BKIPM juga disebutkan batasan waktu penyerahan yakni terhitung mulai tanggal 1 hingga 31 Juli 2018.

"Dalam surat tersebut disebutkan, bahwa pemilik ikan berbahaya atau invasif untuk menyerahkam secara sukarela kepada (UPT) atau wilayah Kerja Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM)," ujarnya.

Sebelumnya, Masudin warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Jombang memelihara lima ekor ikan arapaima. Bahkan hingga saat ini, panjang ikan air tawar asal Amerika Selatan tersebut mencapai 2,5 meter dan bobot lebih dari 90 kilogram.

Ikan-ikan tersebut ditempatkan kolam yang berada di halaman rumah miliknya, Kolam berukuran 25 meter persegi dengan kedalaman 1,5 meter tersebut dilengkapi dengan pompa air dan air mancur.


(SUR)