Guru Manfaatkan Aplikasi WhatsApp untuk Awasi Siswa

Syaikhul Hadi    •    Rabu, 08 Nov 2017 18:37 WIB
pendidikan
Guru Manfaatkan Aplikasi WhatsApp untuk Awasi Siswa
Ilustrasi kegiatan pendidikan, MTVN - M Rizal

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Kemajuan teknologi komunikasi menjadi cara sekolah memantau aktivitas siswa. Itu dilakukan guru-guru di SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Jawa Timur, yang menjalin komunikasi dengan orang tua atau wali murid.

Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo, Wigati Ningsih, mengatakan beragam cara dilakukan sekolah untuk mengawasi anak-anak didik. Satu di antaranya mengefektikan komunikasi guru dengan orang tua atau wali di grup WhatsApp.

"Grup itu menjadi media komunikasi guru dengan wali murid untuk memantau anak-anak didik," kata Wigati kepada Metrotvnews.com, Rabu 8 November 2017.

Menurut Wigati, itu merupakan salah satu cara menerapkan Pasal 8 Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 80 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di sekolah. Melalui informasi yang disampaikan di grup, orang tua dan guru bisa saling mengawasi anak-anak.

"Ketika mendapat informasi, orang tua bisa langsung mengklarifikasi. Agar tak ada kesalahpahaman sebelum melakukan tindakan atau keputusan," kata Wigati.

Sebanyak 300 an siswa bersekolah di SMA Muhammadiyah 2. Sementara jumlah gurunya sebanyak 40 an orang. Pengawasan terhadap aktivitas siswa mendapat bantuan dari kalangan staf.

Penggunaan WhatsApp sebagai media komunikasi berlangsung mulai tahun 2015. Mekanismenya yaitu para guru melaporkan setiap perkembangan anak didik, baik dari segi pembelajaran, maupun sikap anak dikelas. Efektivitas mekanisme itu menurutnya, sangat membantu memberikan pengawasan terhadap anak didik. Dan orang tua pun kapan pun bisa mengetahui perkembangan anak disekolah.

Selain itu, Wigati mengaku guru menerapkan pendidikan karakter dan akhlak pada siswa. Caranya yaitu tentang bagaimana bersikap antara guru dan siswa, memulai perkataan-perkataan baik, hingga penerapan basis keagamaan. 

Wigati mengatakan sekolah memiliki posko pengaduan kekerasan yaitu Bimbingan Konseling, sejak lama. Hampir tiap hari, petugas posko mendapat pengaduan. Seperti keterlambatan siswa, siswa nakal dan lain-lain. Tindakan yang dilakukan pihak sekolah yaitu memberi pengarahan kepada siswa, bisa juga dilakukan surat teguran hingga pemberitahuan ke orang tua. 

Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo Mustain Baladan mengatakan melarang segala bentuk tindak kekerasan pada anak didik. Guru pun harus mengaplikasikan pendekatan kasih sayang saat mendidik siswanya.

"Tapi di Sidoarjo enggak ada kekerasan siswa. Yang terpenting, guru harus menerapkan kasih sayang saat belajar mengajar. Kekerasan apapun tidak diperbolehkan," singkatnya.


(RRN)