Sumenep Sempat Dinyatakan KLB Difteri

Rahmatullah    •    Selasa, 05 Dec 2017 12:24 WIB
klb difteri
Sumenep Sempat Dinyatakan KLB Difteri
Seorang tenaga medis memberikan imunisasi Dipteri Tetanus. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto

Sumenep: Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sempat ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri. Sebab, ditemukan dua anak positif menderita penyakit tersebut. Tapi kini dua penderita itu dinyatakan sembuh total. Status KLB pun dicabut.

“Satu saja positif, itu sudah KLB. Apalagi dua,” tutur Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep A Fatoni, Selasa, 5 Desember 2017.

Fatoni menuturkan, awalnya dua anak tersebut hanya dicurigai menderita difteri dan sempat dirawat di rumah sakit setempat. Tapi hasil pemeriksaan laboratorium memastikan dua anak itu positif difteri. Penderita cepat sembuh lantaran petugas cepat menangani ketika masih dicurigai.

(Baca: Wabah Difteri Menyerang Warga Tak Diimunisasi)

Untuk menghindari penyakit tersebut, Fatoni berharap kaum ibu tidak enggan memanfaatkan keberadaan posyandu dan puskesmas. Di dua tempat tersebut, katanya, sudah disediakan obat untuk pencegahan.

“Obat itu disediakan secara gratis. Jadi silakan datangi posyandu dan puskesmas. Tiap bulan ada imuniasi” terangnya.

Dia mengklaim kaum ibu mulai mawas program pemberian vaksi gratis Difteri Tetanus (DT) tersebut. Meski begitu, banyak warga belum terlalu tahu soal penyebab penyakit yang dapat mewabah ini.

Mantan Sekretaris Dinkes Sumenep itu mengimbau masyarakat lebih peduli lingkungan. Dia menyebut kebersihan lingkungan rumah harus dijaga. Sebab kata dia, lingkungan kotor berpotensi menyebabkan berbagai penyakit. Salah satunya wabah difteri.

Pada 2017, sedikitnya ada 591 kasus infeksi difteri yang dilaporkan oleh 20 provinsi. Angka kematian dari laporan tersebut sekitar 6 persen dari jumlah total kasus.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan imunisasi Td atau tetanus difteri. Warga juga perlu memahami difteri menular dari manusia ke manusia.

(Berita terkait: Waspada Difteri di Masa Peralihan Musim)
 


(SUR)