DPRD Pertanyakan tak Ada Hydrant di Pasar Porong Baru

Syaikhul Hadi    •    Minggu, 13 Nov 2016 12:00 WIB
kebakaran pasar
DPRD Pertanyakan tak Ada Hydrant di Pasar Porong Baru
Pedagang mengangkut barang dagangan di sekitar lokasi kebakaran di Pasar Porong Baru Sidoarjo, MTVN - Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Tak ada hdyrant atau alat bantu pemadam kebakaran di Pasar Porong Baru Sidoarjo, Jawa Timur. Menurut anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso, seharusnya pengelola pasar menyediakan alat pengamanan tersebut.

Bangun mengatakan fasilitas publik, seperti pasar, harus menyediakan hydrant. Perangkat itu digunakan sebagai langkah awal untuk menangani kebakaran.

"Pertanyaannya, kok bisa pasar sebesar itu tidak ada hydrant. Padahal hydrant itu wajib disediakan di fasilitas publik," kata Bangun kepada Metrotvnews.com, Minggu (13/11/2016).

Bangun mengatakan Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo bertanggung jawab menyediakan hydrant. Sebab itu sudah menjadi prosedur pengamanan.

Apalagi, Pasar Porong Baru termasuk fasilitas umum yang besar. Pasar berupa bangunan seluas 6 Hektare dan 2.500 pedagang berjualan.

Sebelum kobaran api menghanguskan 700 kios, perputaran uang di Pasar Porong Baru mencapai miliaran rupiah dalam sehari. Selain warga Sidoarjo, pedagang juga menyuplai barang dagangan ke sejumlah daerah misal Madura, Gresik, Mojokerto, hingga Pasuruan.

Barang dagangan pun beragam. Misalnya sayuran, ikan, daging, buah, peralatan rumah tangga, hingga bumbu makanan.

Lantaran itu, kata Bangun, DPRD akan mengevaluasi pasar. Mulai dari penyediaan alat pengamanan seperti hydrant hingga lokasi sementara untuk pedagang korban kebakaran.

"Karena itu yang dibutuhkan pedaang," lanjut Bangun.

Pasar Porong Baru diresmikan pada 2010. Pasar dibangun dengan luas 6 hektare dengan 2.500 pedagang berjualan. 

Pada Selasa sore, 8 November, pasar terbakar. Dugaan sementara menyebutkan kebakaran akibat korsleting listrik.


(RRN)