Gus Ipul Ditunjuk Sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Pungli

Amaluddin    •    Jumat, 21 Oct 2016 09:15 WIB
pungli
Gus Ipul Ditunjuk Sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Pungli
Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf. (foto: MTVN/Amaluddin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo menerbitkan Peraturan Gubernur Nomor 188/592/KPTS/013/2016 tentang Tugas Pencegahan dan Pemberantasan Pungli. Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf ditunjuk sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Pungli.

"Melalui Pergub tersebut, kami telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Pemberantasan Pungli yang diketuai oleh Wakil Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf," kata melalui keterangan pers, Kamis (20/10/2016).

Beberapa tugas yang harus dilakukan satgas, di antaranya, melakukan koordinasi, sosialisasi bersama kabupaten/kota untuk mengantisipasi pungli di lingkungan Pemda di Jatim, 

"Menindaklanjuti segala laporan informasi dari masyarakat terkait adanya indikasi pungli dan memfasilitasi penyelesaian permasalahan," katanya.

Dia melanjutkan, pengawasan dan pengendalian dalam upaya pencegahan dan pemberantasan pungli di wilayah kerja Pemprov Jatim, juga mesti dilakukan. Selain itu, Satgas juga harus melakukan pemeriksaan awal atas pengaduan masyarakat, menindak tegas terhadap pejabat atau aparatur yang terbukti melakukan pungli, membentuk sekretariat dan pelaksana lapangan sesuai kebutuhan, dan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur Jatim dan Kemendagri RI serta KemenPAN RB.

"Kami benar-benar serius memberantas pungli di Jatim," tegasnya.

Baca juga: Pelaku Pungli Bisa Dijerat Pasal Korupsi

Selain mengeluarkan Pergub dan membentuk Satgas Pencegahan Pungli, Pakde Karwo juga mempunyai strategi khusus untuk melakukan pemberantasan pungli di daerahnya. Yakni menggunakan teknologi informasi (TI) di setiap sektor pelayanan publik, khususnya yang berpotensi menimbulkan pugli.

"Salah satu layanan pemprov yang menerapkan teknologi informasi, pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). Dengan TI, pembayaran pajak bisa dilakukan melalui banyak tempat seperti bank, kantor pos, bahkan ATM," katanya. 

Sistem IT, kata Dia, tidak menimbulkan antrean yang berpotensi pungli.

"Pungli bisa terjadi karena orangnya belum diganti teknologi. Kalau orang ketemu orang, potensi pungli itu pasti ada. Mengubah mental sulit, ya mengubah teknologinya saja," katanya.


(MEL)