Dirut PWU Akui 80 Persen Aset Bermasalah

Amaluddin    •    Jumat, 28 Oct 2016 19:13 WIB
dahlan iskan
Dirut PWU Akui 80 Persen Aset Bermasalah
Mantan Ketua DPRD Surabaya Wisnu Wardhana menjadi tersangka kasus dugaan penjualan aset PT PWU, Ant - Umarul Faruq

Metrotvnews.com, Surabaya: Direktur Utama PT Panca Wira Usaha (PWU), Basanto Yudoyoko, menyebutkan 80 persen aset milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur bermasalah. Sementara sisanya masih bisa diperjuangkan untuk beroperasi secara optimal.

Basanto mengatakan perlu menyelamatkan 20 persen aset PT PWU. Caranya, mengorbankan 80 persen aset yang bermasalah sejak 2000 tersebut.

Basanto menuturkan PT PWU merupakan warisan dari kolonial Belanda. Sebelum menjadi PT, PWU berstatus sebagai Perusahaan Daerah (PD) yang menaungi 38 perusahaan.

Pada 2000, 38 perusahaan itu dibagi menjadi lima kelompok. Basanto mengingat empat dari lima kelompok yaitu PD Sarana Bangunan, PD Aneka Jasa Permesinan, PD Aneka Pangan, dan PD Aneka‎ Usaha. 

"Dari lima kelompok perusahaan itu masing-masing mengelola lima hingga sepuluh perusahaan. Perusahaan yang produktif dikembangkan, dan perusahaan yang mati ditutup," katanya.

Perusahaan milik BUMD itu tersebar di beberapa daerah di Jatim. Bahkan ada satu aset di Yogyakarta. 

"Tapi 80 persen aset PWU bermasalah, ada yang suratnya mati, belum bayar pajak, dan lainnya. Nah, aset yang bermasalah kemudian dilepas untuk menyelamatkan aset yang masih berproduksi," ungkap Basanto.

Basanto membantah penjualan aset melanggar hukum. Sebab pelepasan aset sesuai dengan prosedur operasional dan melibatkan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Penjualan aset mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tahun 1999. 

"Tapi kalaupun ada pelanggaran, berarti ada oknum yang melanggar prosedur standar," jelasnya.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur tengah menyidik kasus pelepasan aset PT PWU. Kejati menetapkan dua tersangka, yaitu Wisnu Wardhana dan Dahlan Iskan.

Wisnu merupakan mantan Manajer Pengelolaan Aset PT PWU saat pelepasan aset tersebut terjadi. Sementara Dahlan Iskan menjabat sebagai direktur utama.

Dahlan diduga merugikan negara hingga Rp8,5 miliar akibat penjualan aset perusahaan yang berada di bawah naungan BUMD Jatim itu. Dahlan menjabat sebagai direktur utama mulai 2000 hingga 2010. Selama itu pula, PT PWU menjual 33 aset.

Basanto mengaku menjadi Dirut PT PWU sejak awal 2016. Sebelum Basanto, Dirut PT PWU dijabat Arif Affandi mulai 2011 hingga 2015.


(RRN)