Berhaji dari Filipina, Warga Jatim Bayar Rp150 Juta

Abdus Syukur, Amaluddin    •    Selasa, 23 Aug 2016 18:06 WIB
haji 2016
Berhaji dari Filipina, Warga Jatim Bayar Rp150 Juta
77 WNI calon haji ditangkap karena gunakan paspor FIlipina (Foto: Manila Bulletin)

Metrotvnews.com, Surabaya: Sedikitnya 10 dari 177 Warga Negara Indonesia berpaspor Filipina merupakan warga Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Mereka adalah korban biro perjalanan haji yang memanfaatkan kuota haji Filipina.

Kesepuluh calon haji tersebut berasal dari Desa Tejowangi, Kecamatan Purwosari, Pasuruan. Salah satu, keluarga korban, Uswatun Khasanah, bilang, neneknya ikut dalam rombongan tersebut.

Dia mengaku, neneknya yang bernama Nuriyah berangkat pada 16 Agustus 2016 bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Arofah di Kecamatan Pandaan, Pasuruan.

Keluarga, kata Uswatun, sempat curiga. Sebelum berangkat, neneknya pergi selama sepekan untuk mengurus paspor dan mutasi kewarganegaraan dari Indonesia ke Filipina.

"Nenek ngotot dan percaya kepada kiai yang menjadi pimpinan KBIH Arofah. Biaya pemberangkatannya, Rp150 juta," ujar Uswatun kepada Media Indonesia, Selasa (23/8/2016).

Dikonfirmasi terkait kasus itu, Gubernur Jatim Soekarwo, mengaku belum mengetahui pasti. Pihaknya masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemkab Pasuruan untuk memastikan apakah mereka legal atau ilegal. 

Menurut informasi yang dihimpun Pakde Karwo, 10 WNI asal Pasuruan Jatim itu saat ini ditahan bersama dengan 177 calon haji asal Indonesia lainnya yang berangkat melalui Filipina.

"Kami masih melakukan koordinasi dengan pusat untuk mengetahui persis kasus itu. Mereka korban penipuan," kata Pakde karwo, sapaan akrabnya, di Surabaya.

Sebelumnya, Pada 19 Agustus, sekitar pukul 09.00, KBRI Manila dihubungi pihak imigrasi Bandara Internasional Manila, memberitahukan adanya sejumlah penumpang Philippines Airlines jurusan Jeddah yang paspornya mencurigakan. Mereka rupanya 177 calon haji asal Indonesia. 


(SAN)