Gubernur Jatim: Tidak Ada Kebijakan Batasi Kouta Pegawai Perempuan

Amaluddin    •    Sabtu, 23 Dec 2017 17:23 WIB
pendaftaran cpnsseleksi cpns
Gubernur Jatim: Tidak Ada Kebijakan Batasi Kouta Pegawai Perempuan
Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Medcom.id/Amal

Surabaya: Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan tidak ada kebijakan pembatasan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) perempuan pada 2018 mendatang. Orang nomor satu di Pemprov Jatim itu menjamin Pemprov Jatim merekrut pegawai secara profesional.

“Tidak ada kebijakan itu. Kami merekrut pegawai tidak membedakan antara wanita atau pria, selama kapabel atau mampu pasti diterima,” kata Pakde Karwo, sapaan akrabnya, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu, 23 Desember 2017.

Pakde Karwo tak banyak komentar saat disinggung terkait pernyataan Sekdaprov Jatim Ahmad Sukardi. Ia hanya menegaskan bahwa tidak ada kebijakan membatasai kouta pegawai perempuan. 

Pemprov, kata Pakde Karwo, merekrut pegawai secara profesional, caranya dengan menggunakan computer asissted tes (CAT). “Metode tes CAT itu tidak bisa pilih gender tertentu, karena kelulusan didasarkan pada ranking nilai, dengan peserta mengerjakan soal melalui komputer yang terkoneksi dengan BKN dan dijamin tidak bocor karena diamankan oleh lembaga sandi negara,” jelasnya.

Setelah para peserta yang lulus administrasi, mengikuti ujian potensi akademik (TPA) dan tes kemampuan dasar (TKD) dengan CAT. Selanjutnya akan ikut tes kemampuan bidang atau kompetensi sesuai bidang pekerjaan dalam bentuk tertulis dan wawancara. 

Hasil dan Nilai CAT ini selanjutnya diperingkat untuk menghasilkn lulusan dengan peringkat tertinggi dan di lanjutkan tes kesehatan dan tes Napza. “Baru kemudian akan diumumkan berapa jumlah peserta sesuai kuota CPNS yang disetujui Menpan RB,” katanya.

Dengan sistem tersebut, Pakde Karwo memastikan tidak akan ada kebijakan merekrut pegawai gender tertentu. Kata dia, sistem itu akan terus diberlakukan pada tahun 2018 mendatang. “Prosedur ini, akan lahir CPNS yang kapabilitas, tidak pandang apakah perempuan atau laki-laki,” katanya.


(ALB)