Karyawan Penggilingan Padi Kecil Jatim Kehilangan Pekerjaan

   •    Senin, 25 Dec 2017 12:47 WIB
padi
Karyawan Penggilingan Padi Kecil Jatim Kehilangan Pekerjaan
Ilustrasi/ANT/Rony Muharman

Jakarta: Penggilingan Padi Kecil (PPK) wilayah Jawa Timur mati suri. Puluhan ribu karyawannya harus berhenti bekerja.

"Penggilingan padi kecil mati suri karena tidak mampu bersaing dengan penggilingan padi besar," kata Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jawa Timur Hendra Tan melalui keterangan tertulis, Sabtu, 23 Desember 2017.

Saat ini, PPK hanya mampu membeli padi petani di bulan tertentu, seperti Februari-Mei. Pada periode tersebut, para petani di seluruh Tanah Air melaksanakan panen raya.

“Biasanya harga gabah di periode Februari-Juli tidak terlalu mahal dan cenderung stabil. Jadi pemilik penggilingan padi kecil mampu membeli gabah,” ucap dia.

Pada saat itu, penggilingan beras jarang membeli gabah. Akibatnya, harga gabah jatuh dan petani melarat.

Pada periode Agustus-November, gabah yang umumnya terbatas justru dijadikan momen pengusaha besar mengambil keuntungan. Mereka membeli gabah petani dengan harga tinggi tapi menghindar saat harga gabah rendah per Februari-Juli.

Petani umumnya cenderung menjual gabah miliknya ke PPB karena dibeli dengan harga bagus. Sayangnya, tindakan itu berpengaruh pada melonjaknya harga beras di pasaran.

“Pengusaha besar swasta mampu beli gabah petani dengan harga tinggi dan nanti beras yang akan dijual tentu jadinya mahal. Dan para pemilik penggilingan padi kecil akhirnya mati suri karena modalnya kecil. Jadi di periode ini mereka mati suri,” ucap dia.

Lebih dari 40 persen anggota Perpadi Jawa Timur menurun sejak PPB beroperasi. Padahal, kebanyakan anggota mereka berasal dari grup penggilingan padi kecil. 

Ia berharap pemerintah turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Hendra mengakui penetapan harga eceran tertinggi (HET) memang membantu menstabilkan harga besar. Namun, nilai HET diharapkan lebih fleksibel menyesuaikan harga gabah di pasaran.

"Setiap penggilingan padi kecil ada sepuluh karyawan. Jadi jumlahnya memang sangat besar,” jelasnya.

Hendra mengatakan saat ini ada 15.640 penggilingan padi kecil yang tersebar di Jawa Timur. Sebanyak 40 persen mati suri. Jika tiap PPK memiliki sepuluh karyawan, sekitar 80 ribu bakal kehilangan pekerjaan. 

“Penggilingan padi yang mati suri tersebut ada dibeberapa kota, yakni Lumajang, Jember, Lamongan, Madiun, Ngawi, Tuban,” ucap dia.


(OJE)