Disdik Surabaya: Pencabulan Siswa SD Sejak Tahun Lalu

Amaluddin    •    Rabu, 28 Feb 2018 18:47 WIB
pencabulan
Disdik Surabaya: Pencabulan Siswa SD Sejak Tahun Lalu
ilustrasi Medcom.id

Surabaya: Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Ikhsan menyesalkan adanya kasus pencabulan terhadap murid oleh salah satu guru di Sekolah Dasar (SD) di wilayahnya. Ikhsan juga mengaku telah mengklarifikasi terkait jumlah 65 korban pencabulan murid SD tersebut.

"Hasil komunikasi dengan pihak sekolah, jumlahnya sekitar 20-an murid. Tapi ini bukan soal jumlah, satu anak saja sudah sangat memprihatinkan," kata Ikhsan, dikonfirmasi, Rabu, 28 Februari 2018.

Ikhsan mengungkapkan, pihak sekolah mengaku sudah menerima laporan adanya pencabulan di sekolahnya sejak Desember 2017. Tapi, pihak sekolah mencoba mengomunikasikan kasus itu dengan orang 

tua siswa. Hingga akhirnya kasus pencabulan terungkap pada Februari 2018.  "Aduan itu telah diterima pihak sekolah sejak Desember 2017," kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, terjadinya kasus pencabulan tak terlepas dari keteledoran pihak sekolah terhadap hal-hal  yang janggal. "Seharusnya sesama guru dan kepala sekolah bisa mendeteksi sejak dini," kata Ikhsan.

Ikhsan menambahkan Dinas Pendidikan Kota Surabaya sebenarnya sudah punya program mencegah kasus pencabulan. Di antaranya program Konselor Sebaya, sebuah program konsultasi permasalahan siswa yang dilakukan oleh sesama siswa.

"Tapi program ini untuk jenjang SMP dan SMA. Sedangkan SD, kami sebenarnya ada program penambahan wawasan kepada kepala sekolah dan wali kelas, mereka yang kami harapkan menyosialisasikan dan mengenalkan program ini kepada siswa," katanya.

Ikhsan optimistis kasus pencabulan kecil kemungkinan terjadi jika program Dinas Pendidikan benar-benar diterapkan. Karena itu Ikhsan mempertanyakan kepedulian setiap insan di sekolah terhadap program yang telah dilakukan Pemkot Surabaya.

"Sebenarnya kasus semacam itu bisa dicegah bila program itu dilaksanakan dengan baik, serta semua pihak peduli sehingga mampu melakukan pendeteksian sejak dini. Karena itu kami imbau agar orang tua masing-masing siswa menjalin komunikasi yang baik dengan anak. Dengan begitu anak tidak canggung bercerita," ujarnya.


(ALB)