ITS Surabaya Jalin Kemitraan Strategis dengan MNU Korea Selatan

Mohammad Adam    •    Jumat, 17 Nov 2017 02:10 WIB
industri maritim
ITS Surabaya Jalin Kemitraan Strategis dengan MNU Korea Selatan
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri berfoto bersama Rektor ITS Surbaya Joni Hermana dan Presiden MNU Choi Il usai penandatanganan Nota Kesepahaman. (MTVN/Mohammad Adam)

Metrotvnews.com, Korea Selatan: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri turut menyaksikan peresmian program kemitraan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Mokpo National University (MNU) Korea Selatan.

Pengesahan kerja sama tersebut dikukuhkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan Rektor ITS Joni Hermana dan Presiden MNU Choi Il. Seremonial saling teken antara kedua pihak itu dilaksanakan di aula MNU, Kamis 16 November 2017.

Substansi kerja sama kedua kampus itu menyangkut empat poin. Yakni pertukaran mahasiswa kedua kampus terkait ilmu kelautan dan perkapalan, kerja sama membuat workshop internasional menyangkut isu-isu teknis perkapalan, mempromosikan pembangunan pusat teknologi pendukung industri maritim, dan kegiatan pelatihan bersama.

Megawati menyatakan sangat gembira dan mengapresiasi langkah MNU yang bersedia menggandeng ITS untuk kerja sama ini. Namun, ia berharap ke depannya MNU pun menjalin kemitraan dengan dua kampus lainnya di Indonesia yang juga memiliki program studi kemaritiman.

"Spesial untuk kemaritiman, ada dua kampus lagi di bagian timur Indonesia. Yakni  Universitas Cenderawasih Papua dan Universitas Pattimura di Maluku," ujar Megawati.

Rektor ITS, Joni Hermana, dalam kesempatan terpisah menyatakan kemitraan dengan MNU ini kerja sama sangat strategis bagi kepentingan Indonesia maupun Korea Selatan.

Ia menjelaskan, kini Korea Selatan memang telah menjadi negara maju yang sukses membangun industri kemaritiman. Meski begitu, MNU mengamati ada tren penurunan peminat jurusan ilmu kelautan dan perkapalan dalam pendaftaran mahasiswa barunya beberapa tahun terakhir.

Padahal industri kapal di Negeri Ginseng itu adalah yang terbesar di dunia. Makanya, ia menyambut tawaran kerja sama dengan MNU yang
merupakan salah satu kampus terbaik di Korea Selatan dalam bidang ilmu kelautan dan perkapalan itu.

"Jadi bisa kita gali pengalaman dan ilmu dari industri di sini yang sudah modern," kata Joni.

Realisasi kemitraan ini diproyeksikan terwujud tahun depan. Rencananya ITS dan MNU akan menyelenggarakan program kembaran atau gelar ganda (double degree) dalam suatu program studi bersama. Antara lain pada Fakultas Teknologi Kelautan ITS, khususnya jurusan teknik perkapalan.

"Nanti kami bisa adakan program double degree bagi mahasiswa untuk studi dua tahun di MNU dengan beasiswa dari pihak Korea Selatan," papar Joni.

Turut hadir dalam peresmian kemitraan ITS-MNU itu sejumlah legislator dan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Antara lain Ketua DPP PDIP bidang kemaritiman Rokhmin Dahuri, anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP Herman Hery, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP Daryatmo Mardiyanto, serta anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDIP Junico BP Siahaan.

Selain itu, putra sulung Megawati, Muhammad Rizky Pratama, serta Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi juga ikut hadir dalam acara tersebut.


(ADM)