Calon Wakil Wali Kota Ingin Lestarikan Ikon Kota Malang

Daviq Umar Al Faruq    •    Jumat, 16 Mar 2018 19:32 WIB
pilkada serentak
Calon Wakil Wali Kota Ingin Lestarikan Ikon Kota Malang
Calon Wakil Wali Kota Malang Ahmad Wanedi dan tim berkunjung ke Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang, Jumat 16 Maret 2018, Medcom.id - Daviq

Malang: Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018 Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi ingin mengembalikan potensi yang telah menjadi ikon Kota Malang sejak dulu. Hal itu disampaikan saat berkunjung ke Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun Kota Malang, Jumat 16 Maret 2018.

"Ini harus dikembalikan lagi, jadi pembangunan itu sifatnya adalah melihat kebutuhan masyarakat. Potensi yang ada itu yang harus kita kembangkan lagi," kata calon wakil wali kota Malang Ahmad Wanedi.

Wanedi mengatakan setiap wilayah di Kota Malang telah memiliki ikon masing-masing. Sehingga tugas pemerintah seharusnya tinggal menjaga dan melestarikannya. Di samping itu, bila dikelola dengan benar juga bisa berpotensi mendatangkan pundi-pundi ekonomi bagi masyarakat.

"Sukun itu ada kampung terapi, Kauman ada potensi untuk wisata keramba, kampung rotan di Balearjosari, wilayah Samaan juga sama. Artinya ini potensi, hanya saja tidak digali lagi oleh pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, Wanedi mengungkapkan bila terpilih pihaknya akan berupaya untuk menggali potensi di setiap wilayah dan mengembalikan kembali menjadi ikon Kota Malang.

"Bayangkan kalau setiap wilayah kita intensifkan, kita buat regulasinya yang berpihak untuk masyarakat, saya rasa masyarakat akan sejahtera," pungkasnya.

Sebelumnya, salah seorang warga Kelurahan Bandungrejosari Kecamatan Sukun, Agus Gunawan mengeluhkan tentang penataan Kota Malang.

"Pemerintah selama ini hanya asal bangun, gak mikir potensi yang ada di masyarakat," katanya.

Dia mengaku wilayahnya sejak dulu telah dikenal dengan kampung raket. Namun pemerintah seolah tidak memanfaatkan potensi yang ada untuk dijadikan obyek wisata ataupun ikon lain dari Kota Malang.

"Tahun 80/90-an itu setiap wilayah ada keunggulannya, di sini (Bandungrejosari) dikenal kampung raket, Kacuk itu kampung salak, Dinoyo itu kampung keramik. Ini malah yang dibangun mall, apartemen. Masyarakat kapan?," keluhnya.

Agus beranggapan bahwa pemerintah selama ini seolah menutup mata dengan potensi yang ada di wilayahnya.

"Bahkan di sini sejak tahun 2015 sampai 2018 awal itu, industri raketnya seperti mati suri. Banyak produk asing yang masuk dan tidak ada upaya dari pemerintah," tutupnya.



(RRN)