Banjir Bandang di Banyuwangi

Jalur Alternatif Jember-Banyuwangi Dibuka Kembali

Antara    •    Sabtu, 23 Jun 2018 13:12 WIB
banjir bandang
Jalur Alternatif Jember-Banyuwangi Dibuka Kembali
Warga membersihkan rumah dari material pasir dan lumpur setelah banjir bandang melanda Desa Alas Malang, Banyuwangi, Sabtu 23 Juni 2018, Ant - Zabur Karuru

Banyuwangi: Jalur alternatif yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi, Jawa Timur, kembali dibuka pada Sabtu, 23 Juni 2018. Jalur tersebut terputus lantaran banjir bandang melanda kemarin.

Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas mengatakan terus memantau dampak dan penanganan banjir. Satu di antaranya pembukaan jalur alternatif di kawasan Gambor. Kawasan itu, ujar Anas, tertutup lumpur setinggi 50 centimeter dampak dari banjir.

"Alat-alat berat Sabtu pagi mulai membersihkan lumpur. Dari keterangan BPBD, jalur alternatif ke Jember Sabtu sore sudah bisa dilewati," kata Anas.

Selain jalan, rumah-rumah yang tergenang lumpur dibantu pengerukannya secara manual. Berbagai unsur gabungan masyarakat turut membantu, mulai TNI, Polri, PNS, kalangan NU, perwakilan lintas agama, hingga relawan masyarakat.

"Ini yang membuat saya bangga, karena semua warga bergegas membantu masyarakat di empat dusun yang terdampak. Warga dari kecamatan lain bahkan juga ikut membantu yang dikoordinasikan oleh camatnya. Ini bentuk kolaborasi. Bahkan sudah banyak warga turun jadi relawan," kata Anas.

Bupati Anas mengatakan menetapkan status tanggap darurat bencana. Sehingga anggaran darurat untuk penanganan bencana dapat dicairkan. Seperti, penyediaan air bersih, pendirian dapur umum, pemenuhan sandang, sewa alat berat, dan pembiayaan lainnya yang harus segera dieksekusi.

BPBD Banyuwangi melaporkan banjir bandang mengakibatkan 23 rumah rusak berat dan 80 rumah rusak ringan. Kurang lebih 328 rumah terkena dampak.

"Tapi tidak ada korban jiwa dari kasus ini. Tidak sampai mendirikan tenda pengungsian bagi warga, karena mereka masih bisa ditampung di rumah saudara terdekat," ujar Anas.

Jumat, 22 Juni 2018, banjir bandang melanda empat dusun di Desa Alas Malang. Banjir membawa material lumpur dan kayu. Banjir memasuki rumah sekitar pukul 09.00 WIB.

Banjir diduga terjadi akibat pergerakan tanah di kawasan lereng Gunung Raung, tepatnya di kawasan Gunung Pendil akibat curah hujan tinggi. Pergerakan tanah mengakibatkan sejumlah material vulkanik Gunung Pendil yang mengendap ribuan tahun terangkat. Bupati Anas menegaskan banjir bukan akibat pembalakan liar.


(RRN)