Surabaya Bangun Jembatan Joyoboyo untuk Urai Macet

Amaluddin    •    Selasa, 05 Jun 2018 09:14 WIB
infrastruktur
Surabaya Bangun Jembatan Joyoboyo untuk Urai Macet
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Medcom.id/Amaluddin)

Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur, tengah melanjutkan pembangunan frontage road sisi barat yakni membangun Jembatan Joyoboyo. Pembangunan jembatan itu untuk mengurai kemacetan di Kota Pahlawan. 

"Jembatan itu nanti akan membantu akses masuk ke dalam kota," kata Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin, 4 Juni 2018.

Risma menuturkan, Jembatan Joyoboyo akan membentang mulai Jalan Pulo Wonokromo hingga ke Jalan Joyoboyo. Tepat di depan Sekolah Santo Yoseph. 

"Sehingga kalau dari selatan ada bus atau trem nantinya, tidak perlu masuk lewat jembatan lama atau jalur utama kota. Bisa langsung melintas Jembatan Joyoboyo," ujarnya.

Jembatan Joyoboyo memiliki panjang sekitar 19,5 meter.  Risma mengungkap, untuk membangun jembatan sejumlah lahan milik warga dibebaskan. 

"Jembatan ini kelanjutan frontage road, jadi nanti akan banyak sekali pembebasan tanah milik warga," katanya.

Dia memastikan proyek tersebut akan menyerap dana APBD sebesar Rp65 miliar. Pembangunan proyek tersebut diprediksi rampung sekitar 2020. 

"Jadi pembangunan akan dimulai dua tahun, yakni 2019-2020. Saat ini baru menyelesaikan desain dan beberapa perlengkapan lainnya untuk membangun jembatan itu," katanya.

Desain jembatan menggunakan teknologi penahan kabel seling yang berjajar rapi, mirip Jembatan Suramadu.

"Di jembatan itu juga kami pasang ukiran diorama tentang Surabaya. Ada bambu runcing, ada gedung Siola dan diorama lainnya. Pokoknya kawasan itu nanti akan bagus dan indah," jelasnya.


(LDS)