Pemkot Surabaya Pastikan Gaji 1.863 Honorer Sesuai UMK

Amaluddin    •    Minggu, 05 Aug 2018 19:00 WIB
tenaga honorer
Pemkot Surabaya Pastikan Gaji 1.863 Honorer Sesuai UMK
Ilustrasi PNS. (FOTO: ANTARA/Widodo S Jusuf).

Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya memastikan tenaga kontrak (honorer) atau alih daya (outsourcing) di semua instansi pemerintahan digaji sesuai UMK Kota Surabaya sebesar Rp3.583.312,61. Mereka juga mendapatkan BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. 

"Jadi, saya kira kurang tepat jika honorer Pemkot Surabaya dibilang gajinya kecil, karena gajinya sudah disesuaikan dengan UMK Surabaya," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, M. Fikser dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 Agustus 2018.

Dengan gaji UMK itu, Pemkot berharap dapat memicu kinerja para honorer, sesuai dengan perjanjian surat kontrak yang dikeluarkan oleh Pemkot Surabaya.

Dalam surat kontrak itu, dijelaskan panjang lebar tugas atau pekerjaan honorer, karena hal itu juga berkaitan dengan kebutuhan Pemkot Surabaya dalam suatu bidang pekerjaan. 

"Hak dan kewajiban seorang honorer itu sudah disepakati sebelum bekerja. Sehingga tidak ada yang memberatkan honorer itu dalam bekerja. Beban kerja berat itu relatif, tapi yang pasti pengaturan beban kerja di Pemkot Surabaya sudah diatur secara proporsional," ungkap Fikser.

Demikian pula dengan para Aparatur Sipil Negara (ASN) di jajaran Pemkot Surabaya. Apabila mereka bermalas-malasan dan pekerjaannya sedikit, maka dipastikan pendapatannya pun akan sedikit, karena tunjangan bagi para ASN dihitung dari prestasi kerja.

"Sistem penerimaan pendapatan untuk ASN di jajaran Pemkot Surabaya berbasis kinerja, sehingga ASN dituntut untuk bekerja lebih giat jika ingin pendapatannya meningkat. Makanya, hal ini berbanding terbalik jika ASN Surabaya dikatakan bermalas-masalan sedangkan honorer bekerja berat," jelas Fikser.

Oleh karena itu, Fikser mengimbau kepada para masyarakat terutama para honorer yang bekerja di lingkungan Pemkot Surabaya supaya tidak terpancing emosi. "Kami mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama menyikapi isu ini dengan bijak, dan tidak mudah terprovokasi," pungkas Fikser.


(DEN)