Polisi Gerebek PT Garam di Gresik

Muhammad Khoirur Rosyid    •    Rabu, 07 Jun 2017 17:36 WIB
garamgudang garam
Polisi Gerebek PT Garam di Gresik
Kepala Satgas Pangan Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat menggerebek PT Garam di Gresik --MTVN/Rosyid--

Metrotvnews.com, Gresik: Tim Satgas Pangan Mabes Polri menggerebek gudang milik PT Garam (persero), Rabu, 7 Juni 2017. Gudang yang berada di Jalan Kapten Darmo Sugondo 234, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, itu menyimpan ribuan ton garam. Sebesar 75 ribu ton disita karena disalahgunakan dengan diperjualkan sebagai bahan konsumsi, bukan industri.

Dalam penyegelan tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Satgas Pangan Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto. Bersama dengan anggotanya, pria yang merangkap Kadiv Humas Mabes Polri ini menyatakan sudah lama menyelidiki perkara ini. Menurutnya, penyegelan dilakukan karena ada dugaan berubahnya garam industri menjadi garam konsumsi. 

Setyo menyebutkan, ada banyak dugaan pelanggaran yang dilakukan PT Garam. Diantaranya, PT Garam memperdagangkan barang yang tidak disyaratkan ketentuan perundang-undangan. Selain itu juga ada dugaan kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

“Melakukan perubahan pengajuan garam industri menjadi garam konsumsi untuk menghindari pajak bea masuk,” ujarnya.

Setyo menerangkan, sudah banyak fakta-fakta yang ditemukan oleh Direktorat Pidsus Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jatim di PT Garam. Perusahaan produsen dan distributor garam ini mendapat izin dari Dirjen Perdagangan Luar Negeri melalui surat nomor 04TL.23/17/0045 tanggal 12 April 2017. Dalam surat tersebut tertulis, garam yang kadar NaCl di atas 90 persen termasuk bebas bea masuk.

Usai mendapatkan izin, PT Garam melakukan impor garam dari Australia sebanyak 75 ribu ton.  Selanjutnya, garam tersebut diperdagangkan dan dipindahtangankan PT Garam  ke 53 perusahaan. Dari total 75 ribu ton tersebut, 55 ribu ton didistribusikan ke gudang di wilayah Gresik. Sedangkan 20 ribu ton didistribusikan ke gudang di wilayah Medan.

“Garam yang dikirim tersebut merupakan garam industri dengan spesifikasi NaCl diatas 90 persen. Garam-garam itu dikemas dengan yodium dan diperdagangkan menjadi garam konsumsi,” tandasnya.

Dia menambahkan, dari tindak pidana ini sudah ada enam pelaku yang diamankan. Dua pelaku ditangkap Bareskrim Mabes Polri dan enam pelaku lainnya ditangani oleh Polda Jawa Timur. Selain mengamankan enam pelaku, Mabes Polri dan Polda Jatim juga menyita sejumlah surat-surat maupun dokumen terkait dengan izin impor.

“Terkait dengan kasus ini kami akan terus mengembangkan lebih lanjut. Pastinya sampai ke akar-akarnya dan kepada atasan mereka. Selain itu, kami juga kembangkan untuk mengusut yang ada di Medan, Sumatera Utara,” tegas dia.

Setyo mengungkapkan, kerugian negara dari pembebasan bea masuk saja sudah sampai Rp 2,5 miliar. Lalu, kerugian lainnya adalah masyarakat jelas resah dan dapat terganggu kesehatannya dengan mengonsumsi secara terus-menerus. Ditambah lagi, para petani garam tradisional tidak dapat bersaing.

“Untuk kerugian lainnya masih kami dalami,” pungkasnya.


(ALB)