Setiap Hari, 120 Orang di Malang Alami ISPA

Aditya Mahatva Yodha    •    Kamis, 20 Jul 2017 12:13 WIB
musim dingin
Setiap Hari, 120 Orang di Malang Alami ISPA
Kepala Dinas Kesehatan Malang Asih Tri Rachmi Nuswantari -- MTVN/Aditya Mahatva Yodha

Metrotvnews.com, Malang: Suhu dingin di Malang yang mencapai 16 derajat celcius menyebabkan banyak debu berterbangan. Bila dihirup manusia, berpotensi terjadinya gangguan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), iritasi mata, flu, dan daya tubuh menurun.

"Kalau hawa dingin, ISPA gampang menyerang. Apalagi kalau badan sedang tidak fit," kata Kepala Dinas Kesehatan Malang Asih Tri Rachmi Nuswantari di Malang, Jawa Timur, Kamis 20 Juli 2017.

Suhu Malang yang dingin juga disertai angin kencang, sehingga virus penyebab gangguan pernafasan mudah tersebar. ISPA adalah penyakit infeksi yang disebabkan masuknya kuman atau mikro organisme ke dalam tubuh melalui saluran pernafasan manusia dan berkembang biak sehingga menimbulkan gejala penyakit.

"Kuman akan lebih mudah menyerang saat tubuh tidak fit. Suhu dingin bisa menyebabkan kondisi tubuh melemah dan rentan dimasuki kuman dan virus," terang Asih.

(Baca: Suhu Dingin Malang Raya Capai 16 Derajat Celcius)

Menurut catatan Dinkes Malang, tercatat ada 120 pasien mengalami ISPA. Warga yang terjangkit infeksi ini beragam usia, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Gejala ISPA, di antaranya hidung tersumbat dan berair, sulit menarik nafas atau sesak nafas, batuk, nyeri tenggorokan, cepat lelah, nyeri pada tubuh, demam, pusing, sampai tak sadarkan diri.

Selain ISPA, penyakit lain yang bisa saja menyerang saat suhu udara menurun adalah flu, demam, masuk angin, mata merah dan berair, bersin-bersin, serta dehidrasi. "Untuk menjaga agar badan tetapsehat, harus mengatur pola makan yang sehat. Olahraga kembali dirutinkan dan gunakan masker sesering mungkin jika berada di luar ruangan," pungkas Asih.


(NIN)