Umar Patek: Indonesia Harus Merdeka dari Terorisme

Syaikhul Hadi    •    Jumat, 18 Aug 2017 09:57 WIB
terorismehut rihut kemerdekaan
Umar Patek: Indonesia Harus Merdeka dari Terorisme
Terpidana kasus terorisme Umar Patek (kedua kiri) membawa bendera ketika menjadi pengibar bendera merah putih saat upacara memperingati HUT ke-72 RI di Lapas Porong, Sidoarjo, Jawa Timu. Foto: Antara/Umarul Faruq.

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Terpidana kasus terorisme Umar Patek menilai, kemerdekaan harus disyukuri. Di usianya yang genap 72 tahun, Indonesia harus merdeka dari aksi terorisme. 

"Kemerdekaan yang seperti apa, merdeka dari aksi terorisme," kata Umar Patek usai upacara perayaan kemerdekaan di Lembaga Pemasyarakatan Klas I Surabaya, di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 17 Agustus 2017.

Dia tak ingin kemerdekaan diisi dengan hal yang negatif. Aktor di balik aksi bom Bali I itu pun merasa bersalah telah bergabung dalam jaringan terorisme.

"Saya sangat menyesal telah melakukan itu, makanya aksi ini harus kita hentikan," tegas Umar.

Insiden bom Bali I pada 2002 telah menyadarkan bila dirinya berada di jalan yang salah. Saat itu, dia mengaku hanya diajak Dulmatin ke suatu tempat di Bali. 

Di sana, sudah siap segalanya termasuk bom rakitan sebanyak 950 kg. Di tempat tersebut sempat terjadi pertentangan yang luar biasa. 

"Setibanya saya di sana, saya diberitahu tentang program mereka. Di situ sempat terjadi penolakan atau pertentangan alot dengan Imam Samudra dan kawan-kawannya," kata dia.

Menurut dia, saat ini, para pihak terkait harus aktif dalam menghentikan aksi yang terorisme yang terus bermunculan. Masyarakat juga harus diberi wawasan tentang bahaya gerakan radikalisme. 

Perhatian lebih harus diberikan kepada para pemuda. Tak hanya itu, mantan terorisme yang sudah kembali kepada masyarakat juga harus terus dibina.

"Mereka jangan dikucilkan, harus kita rangkul bersama agar mereka tidak kembali kepada gerakan radikalisme yang sudah dilakukan sebelumnya," tekan dia.



(OGI)