RS Siti Khadijah Mengantongi Izin Pembangunan Ipal

Syaikhul Hadi    •    Kamis, 06 Jul 2017 16:40 WIB
proyek rumah sakit
RS Siti Khadijah Mengantongi Izin Pembangunan Ipal
Ipal lama milik Rumah Sakit Siti Khadijah diperbarui menjadi kapasitas besar -- MTVN/Syaikhul Hadi

Metrotvnews.com, Sidoarjo: Pihak Rumah Sakit Siti Khadijah membantah jika pembangunan Instalasi Pembuangan Air Limbah (Ipal) yang saat ini sedang dilakukan tak berizin. Apalagi, RS hanya memperbarui Ipal yang semula berukuran kecil menjadi lebih besar.

"Mungkin ini ada salah paham satu atau dua warga tentang masalah Ipal. Izinnya sudah kami perbarui sejak 2016," kata Wakil Direktur RS Siti Khadijah Edim Hartati di kantornya, Jalan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis 6 Juli 2017.

Edim menjelaskan, Ipal diperbesar agar kapasitas daya tampung limbah memadai. Sosialisasi pembangunan Ipal juga sudah dilakukan jauh-jauh hari, termasuk pembangunan pagar untuk melindungi aktifitas warga yang berada di belakang rumah sakit.

"Keberadaan Ipal ini kan diharapkan bisa menghilangkan bau. Justru, kalau ada Ipal baunya enggak ke mana-mana dan tidak dibuang ke sembarang tempat," terangnya.

Menurut Edim, pihaknya tetap akan melanjutkan pembangunan Ipal berdasarkan izin yang sudah dikantongi. Ia menegaskan, akan bertanggungjawab jika nantinya pembangunan Ipal membawa dampak kepada masyarakat.

"Ini rumah sakit Islam, tentunya kami tidak sembarangan dalam membangun, apalagi membawa dampak langsung kepada masyarakat. Silahkan sampaikan pada kami kalau ada keluhan," tegasnya.

(Baca: Warga Keluhkan Pembangunan Ipal RS Siti Khadijah)

Sebelumnya, pembangunan Ipal di RS Siti Khadijah dikeluhan warga Desa Bebekan, Kecamatan Taman, Sidoarjo, Jawa Timur. Mereka mengeluhkan tidak adanya sosialisasi pembangunan Ipal sebelumnya.

Pembangunan Ipal RS Siti Khadijah dinilai mengganggu aktifitas warga. Mereka meminta pihak RS menghentikan aktifitasnya sebelum ada kesepakatan bersama warga.


(NIN)