Polisi Gerebek Pabrik Arak Berproduksi 66,6 Ton

M Yakub    •    Minggu, 24 Sep 2017 18:25 WIB
minuman beralkohol
Polisi Gerebek Pabrik Arak Berproduksi 66,6 Ton
ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Bojonegoro: Tim gabungan Polres Bojonegoro, Jawa Timur mengerebek pabrik minuman keras (miras) jenis arak di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno. Dalam pengrebekan itu aparat berhasil menyita 66,6 ton arak dan menangkap dua pemilik pabrik.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami peredaran miras yang beromzet Rp3,3 miliar tersebut. Semua barang bukti disita polisi untuk penyidikkan. Tim gabungan yang mengrebek pabrik arak pada Sabtu malam 23 September  itu terdiri dari Tim Panther, Resmob dan Sat Sabhara Polres Bojonegoro.

Pabrik miras yang berlokasi di Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno itu digrebek sekira pukul 19.30 Wib. Dalam penggrebekan tersebut, petugas berhasil menahan SHJ, 59, selaku produsen dan pemilik gudang serta AV selaku pekerja dalam produksi minuman keras tersebut. Keduanya warga Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Selain menahan kedua pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari gudang pabrik. Antara lain, 333 buah drum bahan baku arak (fermentasi) atau total keseluruhan berisi 66,6 ton liter lebih yang ditaksir senilai Rp 3,3 miliar serta sejumlah barang bukti lainnya.

Kapolres Bojonegoro, AKB Wahyu S Bintoro mengungkapkan, berdasarkan pengakuan tersangka, pabrik tersebut telah memproduksi arak sekitar 7 bulan. Menurut dia, arak hasil produksi Kecamatan baureno tersebut diedarkan sejumlah wilayah. Antara lain, Kabupaten Lamongan, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

"Kami masih dalami apakah diedarkan di Bojonegoro atau tidak," terang Kapolres, pada wartawan, Minggu sore 24 September.

Ia juga menjelaskan, pengerebekan itu berawal dari pengaduan masyarakat di sekitar rumah tersangka yang sering mencium bau tidak sedap. Kapolres kemudian memerintahkan Tim Panther anggota Resmob, dan Satuan Reskrim Polres Bojonegoro menyelidiki informasi tersebut.

Dan setelah dipastikan digunakan untuk memproduksi minuman keras jenis arak, polisi kemudian melakukan penangkapan. "Petugas langsung menggerebek dan mengamankan pemilik gudang dan seorang pekerja. Termasuk, menyita sejumlah barang bukti," tandas Kapolres.

Petugas, kata dia, kemudian memasang garis polisi di lokasi gudang tersebut. Ini karena banyaknya barang bukti yang didapati petugas. "Hingga saat ini, barang bukti masih berada di lokasi gudang milik tersangka," katanya.

Dari pengerebekan itu, Tim gabungan menyita sejumlah barang bukti. Antara lain, 333 drum warna biru yang masing-masing berisi 200 liter bahan baku arak atau total keseluruhan berisi 66,6 ton yang ditaksir senilai Rp 3,3 milliar; 96 buah tabung elpiji 3 kilogram, 110 sak gula putih, dan 2 buah mesin pemanas.

Selain itu, polisi juga menyita 159 kardus yang berisikan minuman arak siap edar yang masing-masing kardus berisi 12 botol 1,5 liter, sehingga total 1.908 botol atau total 2.862 liter arak siap edar. Juga 2 buah bak warna kuning yang berisikan arak dari hasil pemanasan, 2 buah bak warna kuning yang berisikan limbah dari hasil pemanasan, 2 buah mesin pompa air untuk proses penyedotan bahan baku dari drum dan 27 koli botol kosong masing-masing terdiri dari 72 botol ukuran 1,5 liter, atau total sebanyak 1.944 botol.

"Omzet penjualan diperkirakan mencapai milliaran rupiah," tandas Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat terancam dengan pasal berlapis. Yakni, melanggar Pasal 204 Ayat (1) KUHP, dan pasal Pasal 137 ayat (1) dan atau Padal 135 UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan pidana penjara paling lama lima belas ) tahun atau denda paling banyak Rp 10 milliar.

"Saat ini pelaku ditahan di Mapolres Bojonegoro guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut," pungkasnya.



(ALB)