Empat Parpol Disebut Bakal Koalisi Dukung Khofifah

Amaluddin    •    Rabu, 27 Sep 2017 08:04 WIB
pilgub jatim 2018
Empat Parpol Disebut Bakal Koalisi Dukung Khofifah
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerja di UMM, Malang, Jawa Timur, Rabu (19/7)/ANTARA /Ari Bowo Sucipto

Metrotvnews.com, Surabaya: Sejumlah partai politik (parpol) bakal berkoalisi mengusung Khofifah Indar Parawansa menjadi calon gubernur (cagub) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang. Empat parpol itu adalah Golkar, NasDem, Hanura, dan PPP.

"Arahnya memang koalisi, komunikasi dengan partai itu intens," kata Wasekjen DPD Hanura Jatim, Yunianto alias Masteng saat dikonfirmasi, Selasa, 26 September 2017.

Masteng menyebut partai pendukung pemerintah di Jatim bakal pecah dukungan. Misal, kata Masteng, PKB dan PDIP bakal mengusung Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai cagub Jatim.

"Sedangkan empat parpol yakni Hanura, Golkar, NasDem, dan PPP, arahnya bakal mengusung Khofifah," kata dia.

Baca juga: NasDem Dukung Khofifah Maju di Pilgub Jatim

Ketua DPW NasDem Jatim, Rendra Kresna, tak banyak berkomentar soal koalisi partainya dengan Golkar, Hanura, dan PPP. Namun ia tak menampik komunikasi empat parpol itu terus terjalin dengan baik. "Sebenarnya komunikasi dengan parpol lain juga intens," kata Rendra.

Wakil Ketua DPW PPP Jatim, Abdul Rasyid, mengatakan bahwa sampai saat ini partainya juga terus berkomunikasi dengan parpol koalisi, yakni NasDem, Golkar, dan Hanura. Ini dilakukan untuk menyamakan frekuensi arah dukungan di Pilgub Jatim.

"Yang jelas, PPP, Hanura, NasDem, dan Golkar arahnya dukung Khofifah dari pada Gus Ipul," kata Rasyid.

Baca juga: Cak Imin Persilakan Khofifah Maju di Pilgub Jatim

Partai Hanura, PPP, NasDem, dan Golkar tak bisa mengusung kandidat sendiri lantaran tak memiliki kursi yang cukup di parlemen. Partai harus memiliki 20 kursi di parlemen agar bisa mengusung cagub dan cawagub sendiri.
 
Partai Golkar hanya memiliki 11 kursi di DPRD Jatim, PPP 5 kursi, NasDem dan Hanura masing-masing 2 kursi. Keempat parpol itu harus berkoalisi untuk bisa mengusung kandidat.



(CIT)