Soekarwo: Impor Garam Solusi Tepat

Amaluddin    •    Sabtu, 29 Jul 2017 18:40 WIB
garam
Soekarwo: Impor Garam Solusi Tepat
Produksi garam -- MI/Victor Ratu

Metrotvnews.com, Surabaya: Kebijakan pemerintah memutuskan melakukan impor garam dinilai langkah yang tepat. Solusi ini diharapkan dapat mengatasi kelangkaan garam di Tanah Air.

"Dengan harga garam yang kini mencapai lima kali lipat, maka tidak ada solusi lain kecuali segera mendatangkan garam impor," kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo di Surabaya, Sabtu 29 Juli 2017.

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, kelangkaan garam yang terjadi saat ini disebabkan produksi garam di daerah mengalami kesulitan. Musim kemarau yang tidak menentu dan intensitas hujan masih tinggi menyebabkan produksi garam di berbagai daerah menurun.

"Setelah hujan, garam pasti mencair," katanya.

Pakde Karwo menjelaskan, produksi petani garam di Jatim saat ini hanya 689 ton dari target 1,2 juta ton pertahun. Jumlah itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi garam di Jatim.

Menurut Pakde Karwo, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menteri Perdagangan dan Pertanian untuk segera mengimpor garam. Impor garam sebenarnya bisa dilakukan, namun terkendala peraturan pemerintah karena impor garam hanya bisa dilakukan untuk yang kadar Natrium Klorida-nya (NaCL) di bawah 97 persen.

"Padahal garam dengan kandungan NaCL di bawah 97 persen saat ini sudah sulit dicari. PT Garam sebagai satu-satunya importir yang bisa mendatangkan garam konsumsi juga kesulitan mencari garam dengan kandungan NaCL di bawah 97 persen," ujarnya.

Garam di luar negeri rata-rata berasal dari pegunungan garam, bukan seperti di Indonesia di mana garam diproduksi dengan mengeringkan air laut. Sehingga, perlu adanya diskresi dari pemerintah, agar garam untuk konsumsi bisa menggunakan garam dengan kandungan NaCL di atas 97 persen.


(NIN)